Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

26 Hari Pascabanjir Luwu Utara, 10 Korban Belum Ditemukan, 1.116 Rumah Rusak Berat

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, masih ada 10 orang belum ditemukan alias hilang.

Editor: Mahyuddin
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK MAWARDI
Kampung Lombo, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, terendam air setelah diterjang banjir bandang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Belum semua korban banjir bandang Kabupaten Luwu Utara ditemukan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, masih ada 10 orang belum ditemukan alias hilang.

Mereka merupakan warga Desa Radda, Kecamatan Baebunta.

Desa tersebut merupakan daerah terdampak parah banjir bandang di Luwu Utara.

"Masih ada 10 orang belum ditemukan alias hilang," kata Kepala Pelaksanan BPBD Lutra Muslim Muchtar, Rabu (5/8/2020).

Muslim menyebutkan, relawan dan warga masih melakukan pencarian.

"Pencarian tetap dilakukan oleh relawan bersama warga," ujar Muchtar.

Sementara Basarnas sudah tarik diri dari lokasi 13 hari pascabencana.

"Basarnas standby di Palopo. Kalau dibutuhkan mereka langsung ke lokasi," tutur Muchtar.

Sekretaris Desa (Sekdes) Radda Burhanuddin mengatakan, warga Radda yang hilang akibat banjir bandang sebanyak 27 orang.

Sebagian besar dari mereka ditemukan dalam kondisi meninggal.

Korban hilang berasal dari Dusun Petambua 9 orang, Dusun Pangngalli 8 orang, Dusun Radda 7 orang, dan Dusun Bone 3 orang.

Adapun total korban meninggal akibat banjir bandang 38 orang.

Korban meninggal didominasi warga Desa Radda, Kecamatan Baebunta dan Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba.

Selain korban meninggal, peristiwa itu juga merusak 3.176 unit rumah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved