Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Sedimentasi Sungai Masamba Luwu Utara Pascabanjir Bandang Capai 8 Meter

Salah satunya mengeruk sedimentasi Sungai Masamba dengan menurunkan 19 excavator.

TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK
Excavator mengeruk sedimentasi Sungai Masamba pascabanjir bandang yang menyebabkan pendangkalan 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) bersama Pemkab Luwu Utara, terus melakukan penanganan sungai pascabanjir bandang.

Salah satunya mengeruk sedimentasi Sungai Masamba dengan menurunkan 19 excavator.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu Utara, Suaib Mansur mengatakan, pengerahan alat berat diharapkan mempercepat normalisasi Sungai Masamba.

"Sesuai arahan Menteri PUPR, normalisasi dilakukan karena dasar sungai sudah naik, bahkan ketebalannya mencapai delapan meter," ujar Suaib, Minggu (2/8/2020).

Menurut Suaib, 19 alat berat melakukan pengerukan di sekitar Pabrik Cokelat Challodo.

Tak hanya pengerukan sungai, pembersihan Kota Masamba juga dilakukan.

"Kita juga terus melakukan pembersihan material sungai yang naik hingga ke permukiman warga," katanya.

Hingga saat ini, intensitas curah hujan masih cukup tinggi di Luwu Utara.

Sehingga harus dilakukan upaya normalisasi dengan memperdalam kembali Sungai Masamba.

Upaya ini harus dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir.

Mengingat aliran sungai sudah tidak mampu menampung air hujan dan kiriman dari hulu.

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved