Breaking News:

Opini Aswar Hasan

Ketika Kebenaran Diucapkan Si Munafik dan Kebatilan Disuarakan Sang Bijak

Mu’adz bertanya;“Bagaimana saya bisa tahu bahwa orang bijak kadang mengucapkan kata-kata sesat sedang orang munafik kadang mengucapkan kata kebenaran?

Dokumen Aswar Hasan
Dr Aswar Hasan, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Unhas 

Oleh: Aswar Hasan
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin dan mantan Sekjen KPPSI (Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam) Sulsel,

Judul tulisan ini terkesan sangat dikotomik (bertentangan) karena kebatilan identik dengan kemunafikan dan kebajikan adalah kebenaran itu sendiri.

Demikian memang asumsinya dan sudah menjadi persepsi umum bahwa orang bijak itu penyuara kebenaran dan kemunafikan itu, sumber kebatilan. Kita semua memahaminya demikian.

Tetapi jika menyimak secara kasuistik, terkait relativitas subyektivistik individu sebagai manusia yang punya nurani dan hawa nafsu yang acap kali tersentuh secara halus atau jebol karena tak terkendali, maka identitas, label dan klaim identitas subyektif itu, kerap membuat kita tertipu.

Betapa tidak, karena kebenaran dan kebatilan itu, tidak melekat dengan sendirinya, lantas menjadi milik tetap subyek tertentu, siapa pun.

Mungkin ada hubungannya dengan istilah mantan bajingan, dan mantan ustaz (orang alim yang jadi jahat).

BEDA: Mengenal Geopark Maros-Pangkep dari Sang Inisiator

Atau mungkin istilah yang kerap kita dengar; “laksana musang berbulu domba” alias orang jahat yang berpenampilan orang baik-baik.

Kebenaran itu bukanlah milik siapa-siapa pun ia bisa ada di mana saja dan pada siapa saja. Kebenaran itu laksana cahaya yang bisa dikenali pada siapa pun, di mana pun tanpa terkecuali pada siapa dia melekat.

Klaim kebenaran bisa dilakukan oleh siapa saja karena pemilik kebenaran itu, bukan siapa-siapa. Kebenaran itu adalah milik yang Maha Benar itu sendiri yaitu Allah.

Oleh sebab itu kebenaran bisa saja datangnya dari mana saja sesuai kehendak pemilik kebenaran itu (Allah).

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved