Tribun Wajo

Orang Tua Murid di Tempe Wajo Harap Bantuan Dana BOS Bisa Dibagikan Beli Kuota Internet

Pasalnya, belajar via daring itu membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit. Apalagi, dilakukan enam kali sepekan.

Ist
Anak-anak belajar online di posko pengungsian koeban banjir di Kelurahan Watallipue, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Proses belajar mengajar secara online yang dilakukan di rumah selama pandemi virus corona, mulai dikeluhkan orang tua murid di Kabupaten Wajo.

Pasalnya, belajar via daring itu membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit. Apalagi, dilakukan enam kali sepekan.

Salah satu orang tua murid yang mengeluh, Marwah, berharap ada langkah taktis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo untuk menyiasati kendala yang dikeluhkan orang tua.

"Kendala utamanya itu, kuota internet yang dikeluhkan semua orang tau, kita berharap ada bantuan soal kuota," kata Marwah.

Marwah yang memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP dan kelas 5 SD itu cukup kewalahan memenuhi kebutuhan kuota internet anaknya.

Ditambah lagi, mata pencahariannya terhenti selama pandemi dan banjir melanda Kabupaten Wajo.

"Di kecamatan-kecamatan lain itu, ada sekolah yang bantu muridnya kasih pembeli kuota melalui dana BOS, kita di Tempe ini belum ada," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, Faisal menyebutkan, sudah amat sering mendengar keluhan orang tua murid perihal kuota internet.

Menurutnya, sesungguhnya dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa diperuntukkan untuk membeli kuota internet.

"Menyangkut pemanfaatan dana BOS memang dapat juga diperuntukkan buat pembelian kuota internet bagi peserta didik, hal itu tergantung dari masing-masing kebutuhan sekolah," katanya, Senin (27/7/2020).

Sudah ada aturan tentang fleksibilitas penggunaan dana BOS sehingga bisa digunakan untuk pembelian layanan internet, pulsa, paket data atau layanan pendidikan berbayar bagi guru dan siswa dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Lebih lanjut, Faisal menyebutkan, kendala lain selain kuota internet yang dihadapi selama proses belajar di rumah adalah masih banyak anak-anak yang tidak memiliki smartphone.

"Solusinya, untuk sementara guru wajib mendatangi siswa dengan mengumpulkn siswa hingga batas maksimal lima peserta didik untuk diberi pelajaran," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved