Breaking News:

Banjir Bandang Luwu Utara

Pengungsi Banjir Bandang Luwu Utara Disiapkan Tempat Tinggal Sementara

Ratusan rumah rusak dan tak bisa dihuni karena tertimbun lumpur hingga 4 meter. Pemerintah Kabupaten dibantu stakeholder terkait membangun posko

TRIBUN TIMUR/FADLY ALI
Menteri PUPR dan Gubernur Sulsel saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Luwu Utara, Kamis (16/7/2020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara menyebabkan beberapa rumah warga hilang terbawa arus.

Ratusan rumah rusak dan tak bisa dihuni karena tertimbun lumpur hingga 4 meter. Pemerintah Kabupaten dibantu stakeholder terkait membangun posko pemungsian.

Tercatat, total titik pengungsian di angka 39 titik. 20 diantaranya dibangun oleh Pemkab Luwu Utara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan Pemkab Luwu Utara menginisiasi pengadaan tempat tinggal sementara, bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Jadi kami bersama Bupati Luwu Utara akan menyiapkan hunian sementara jadi sekarang insya Allah kami bersama TNI/Polri bekerja sama untuk melanjutkan tugas sementara," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam rilisnya.

Nurdin berbincang langsung dengan warga yang ada di beberapa bangunan di lokasi pengunsian, termasuk di tenda-tenda yang dibangun darurat di lokasi pengungsian seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

"Karena memang kita sudah lihat sekeliling, mereka hanya minta itu saja, kalau bisa ada tempat tinggal sementara," ujarnya.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani berterima kasih atas atensi yang diberikan Pemprov Sulsel dan Pemerintah Pusat. Termasuk perbaikan dan penyediaan fasilitas yang akan diberikan.

"Atas atensi yang sangat luar biasa dari Pak Menteri dan jajaran Pak Gubernur sehingga kami merasa tidak sendiri dan insya Allah dengan langkah-langkah yang kita lakukan oleh pemerintah dari Menteri PUPR, yang disampaikan tadi saya kira akan mempercepat daerah ini untuk kembali pulih dan bangkit," ujarnya.

Pemkab Luwu Utara juga akan berusaha untuk menyiapkan segala keperluan pemulihan bahu-membahu bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk mengatasi banjir dan dampak yang ditimbulkan.

Salah satu desa yang dikunjungi Gubernur adalah Desa Meli di Kecamatan Baebunta, sebanyak 480 Kepala Keluarga mengungsi.

Diketahui, dari data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor 4.930 keluarga di enam kecamatan terdampak banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved