Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Lutim

Fraksi Gerindra Minta Pemkab Luwu Timur Tambah Kebutuhan Alsintan Petani

Kondisi itu disorot juru bicara Fraksi Partai Gerindra Luwu Timur, Sarkawi A Hamid.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
Ist
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler saat panen serentak dengan lahan seluas 29 hektare (Ha) di Desa Lera Kecamatan Wotu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (14/5/2020) 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Ketersediaan alat mesin pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Luwu Timur masih sangat terbatas untuk kebutuhan petani.

Kondisi itu disorot juru bicara Fraksi Partai Gerindra Luwu Timur, Sarkawi A Hamid.

Ia mengatakan, kebutuhan petani akan alat tanam dan mesin panen jumlahnya masih terbatas.

Saat ini ada 22 unit combine (mesin panen) milik brigade pertanian.

Jumlah sangat kurang untuk keperluan panen dengan luas lahan sawah di Luwu Timur sekitsr 26.487 hektar (Ha).

"Jika alat pertanian tersedia, program lima kali panen dalam dua tahun yang dicanangkan pemerintah kabupaten bisa diwujudkan," kata Sarkawi.

Sementara Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengatakan, pemkab tetap melakukan upaya pemenuhan Alsintan khususnya mesin tanam dan mesin panen.

Ada 1.005 unit hand tracktor periode 2016 sampai 2019 sudah diserahkan ke petani.

Jumlah itu sudah melampaui target 1.000 unit hand tracktor yang dijanjikan Husler.

"Dalam tahun 2021 direncanakan penambahan Alsintan mesin panen," kata Husler kepada TribunLutim.com, Minggu (5/7/2020).

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian Luwu Timur, merancang program peningkatan produksi padi panen lima kali dalam dua tahun.

Menurut Husler, selama ini panen yang dilaksanakan petani hanya empat kali dalam dua tahun.

"Padahal dengan potensi lahan yang tersedia seharusnya panen bisa mencapai 5 kali dalam dua tahun," kata Husler.

"Namun untuk mencapai panen itu tentu harus didukung sarana dan prasarana pertanian yang memadai," imbuhnya.

Husler berpesan agar para petani mendukung rencana program tersebut. Tentu dengan didahului perbaikan sarana dan prasarana.

"Seperti saluran irigasinya, alsintan, bibit hingga pupuknya sehingga program ini bisa optimal," katanya.

Sektor pertanian kata Husler memang sangat diandalkan sebagai sektor primer yang menjadi harapan masa depan pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, ditambah dukungan sektor pariwisata.

Dalam sekali panen menurut Husler, jumlah uang yang beredar ditingkat petani mencapai Rp 1.3 triliun.

"Bayangkan jumlah uang yang beredar dikalangan petani jika bisa mencapai lima kali panen dalam dua tahun. Tentu ini mempercepat kesejahteraan petani," tuturnya.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved