Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Serukan Protokol Kesehatan, Pj Wali Kota Makassar Janjikan RT-RW Hadiah

Pria kelahiran Gowa, 8 November 1970 itu didaulat membawakan sambutan setelah salat Jumat berjamaah.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Mahyuddin
abdiwan/tribun-timur.com
Warga melakukan rapid test massal di Puskesmas Andi Makkasau, Jl Andi Makkasau Lorong 5A No.19, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menyerukan Protokol Kesehatan di Masjid Al Markas Al Islam Jenderal M Yusuf, Jl Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Jumat (3/7/2020).

Pria kelahiran Gowa, 8 November 1970 itu didaulat membawakan sambutan setelah salat Jumat berjamaah.

“Watak orang Makassar itu memiliki karakter pejuang. Ini modal besar bagi kita untuk mengendalikan Covid-19, mengenali cara penularannya dan mengetahui cara menghindarinya,” kata Rudy.

Dia menjelaskan, formula untuk melenyapkan Covid-19 sangatlah mudah.

Cukup dengan mengubah pola hidup menjadi lebih bersih, selalu menggunakan masker di luar, selalu mencuci tangan dan yang juga sangat penting menjaga jarak dengan orang di sekitar.

Update PPDB 2020 Sulsel SMA-SMK Resmi Ditutup, Pendaftar 127.624, Berapa yang Lulus? Ini Rinciannya

Awas Terjebak Fintech Ilegal, Satgas Waspada Investasi Temukan 105 Fintech Ilegal Pada Juni 2020

8 Tempat Ini Dilarang Simpan Ponsel, Bisa Pengaruhi Kesuburan Hingga Meningkatkan Risiko Kanker

Guru besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) itu menyebutkan, pihaknya tengah menggalang kekuatan bersama seluruh elemen masyarakat, baik itu kalangan ulama, organisasi pemuda, kalangan pengusaha, komunitas ibu-ibu, termasuk seluruh jajaran RT-RW untuk solid mengibarkan semangat perlawanan terhadap pandemi Covid-19

“Perjuangan melenyapkan virus ini tidak akan bisa kita menangkan jika hanya pemerintah saja yang bergerak, semuanya harus terlibat. Saya juga akan memberikan reward kepada RT-RW yang mampu mengubah lingkungannya yang zona merah menjadi hijau sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” ujar Rudy.

Rudy juga mengapresiasi jajaran pengurus Yayasan Masjid Al Markaz yang telah menerapkan Protokol Kesehatan untuk seluruh jamaah yang datang beribadah.

Dia berjanji akan terus mendorong kebijakan yang dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan.

Kota Makassar juga menempati urutan kedua kabupaten/kota yang memiliki laju insiden atau incident rate kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Incident rate mengambil rumus membandingkan angka kasus positif per jumlah penduduk.

Data Covid-19 di Makassar, Jumat (3/7/2020)
Data Covid-19 di Makassar, Jumat (3/7/2020) (Grafis/Liliart Tribun Timur)

Penampilannya Persis Lelaki, Foto Pernikahan Cewek Bikin Gempar, Sulit Dikenali

Benarkah Ahok Selingkuh Lebih Dulu dengan Puput Sebelum Cerai dengan Veronica Tan? ini Jawabannya

3 Wanita Sosialita yang Bermain TikTok di Jembatan Suramadu Diburu Polisi, Anda Tahu Siapa Mereka?

Penyebaran Covid-19 tertinggi di Makassar berada di Kecamatan Rappocini dengan jumlah kasus positif mencapai 375 pasien dan kasus ODP 469 pasien.

Disusul kecamatan Panakkukang dengan kasus positif mencapai 368 pasien.

Kemudian Kecamatan Biringkanaya yang pernah bertengger di urutan pertama berada di urutan ketiga dengan jumlah kasus positif 357 pasien.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved