Warga Hilang Ditemukan
Cerita Dibalik Hilangnya Warga Desa Baringan Mamasa, Sempat Bertemu To Pembuni
Dikaitkan dengan mimpi dan anjing yang kembali, ada kemungkinan Bongga memang tersesat di hutan dan mungkin saja sudah meninggal.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
Anehnya kata Ilyas, selama di hutan, Bongga tinggal bersama dengan seorang pria dan wanita cantik yang diduga To Pembuni.
Bahkan kata dia, Bongga tinggal bersama pria dan wanita itu sembari berkebun.
"Menurut ceritanya, waktu awal dia tersesat, saat itu Bongga hendak mengambil papan namun jalan yang dia lalui terlihat bagus, seperti sedang bermimpi.
Ia terus menyusuri jalan itu, hingga tidak tahu jalan pulang," terang Ilyas.
Selama di hutan, Bongga kata Ilyas, kerap ingin pulang, namun seperti di alam bawah sadar, sehingga tidak melihat jalan pulang.
Bahkan selama di hutan ia mendengar warga kampung sedang melakukan pesta.
"Setiap mau pulang, kalau bukan hujan deras, pasti kabut tebal makanya tidak bisa kembali.
Jadi makanya waktu ditemukan, dia tinggal di bawah pohon besar yang rindang," tukasnya.
Anehnya lagi, dia bilang selama di hutan itu dia berkebun, bahkan dia tunjukkan lokasi ia berkebun tapi yang ada hanya hutan lebat," sambung Ilyas.
Menurut Ilyas, Bongga tersesat diduga karena To Pembuni, dimana To Pembuni menurut kepercayaan masyarakat setempat merupakan mahluk berwujud manusia yang hanya dapat dilihat oleh orang tertentu saja.
To Pembuni berasal dari dua suku kata yakni To dan Pembuni yang berarti orang yang bersembunyi.
Konon, To Pembuni wujud manusia yang mendiami hutan dan hanya bisa dilihat oleh orang tertentu.
Sejak dahulu, To Pembuni di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamasa, keberadaannya masih ada dan berbaur dengan masyarakat pada umumnya hanya saja tidak terlihat, sehingga disebut To Pembuni atau orang yang bersembunyi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bongga-warga-desa-baringa94w.jpg)