Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Hilang Ditemukan

Cerita Dibalik Hilangnya Warga Desa Baringan Mamasa, Sempat Bertemu To Pembuni

Dikaitkan dengan mimpi dan anjing yang kembali, ada kemungkinan Bongga memang tersesat di hutan dan mungkin saja sudah meninggal.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SEMUEL
Bongga warga Desa Baringan yang dinyatakan hilang sesaat setelah ditemukan KBO Intelkam, Iptu Muh Ilyas beserta tim pencarian 

Sebelum melakukan pencarian, kepala desa setempat kata dia, memberitahukan jika di atas puncak gunung lokasi Bongga hilang, terdapat cehekdam.

Tidak menunggu waktu lama, Ilyas dan rombongan memutuskan untuk mendatangi lokasi chekdam tersebut.

"Setelah tiba di atas, saya kaget karena chekdam yang dimaksud ternyata kering, tidak ada airnya.

Padahal menurut warga, tidak biasanya chekdam itu kering, apa lagi di musim hujan. Meskipun kemarau, tidak pernah kering," lanjut Ilyas.

Meski demikian, Ilyas mengaku menyisir lokasi itu untuk melakukan pencarian, sembari memikirkan apakah pencarian akan dilanjutkan atau tidak.

"Di situ saya bagi dua tim, warga setempat melakukan pencarian arah pulang di jalur yang berbeda, sementara saya dan tim KPA menyusuri sungai ke arah Nosu," tandasnya.

Singkat cerita lanjut Ilyas, sebelum melakukan pencarian, ia dan tim beristirahat.

Sembari beristirahat, salah satu dari warga yang ikut dalam tim pencarian menebang pohon.

Kata Ilyas, setelah pohon itu tumbang, ia sempat melarang warga namun karena sudah terlanjur.

Sehingga ia bergegas pergi meninggalkan lokasi itu.

Setelah meninggalkan lokasi itu, beberapa saat kemudian, Bongga akhirnya ditemukan.

"Waktu kami temukan, Bongga mengaku mendengar dentuman pohon tumbang hingga akhirnya tersadar.

"Karena mendengar pohon itu, ia berteriak dan akhirnya tim pencari yang bersama dengan kepala desa mendengar teriakannya," sambungnya.

Saat ditemukan kata Ilyas, Bongga dalam kondisi kuat, hanya terlihat kurus karena kekurangan asupan makanan.

Menurut Bongga seperti diceritakan Ilyas, selama 10 hari di Hutan, Bongga hanya bis bertahan hidup dari buah kayu, dan air yang ia minum air yang diperas dari lumut.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved