Jaminan Kesehatan

Pemkab Luwu Timur Tanggung Jaminan Kesehatan 287.518 Jiwa Penduduknya

Pemkab) Luwu Timur melakukan Penandatangan Addendum Perjanjian Kerjasama Universal Health Coverage (UHC) dengan BPJS Kesehatan.

TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur melakukan Penandatangan Addendum Perjanjian Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) Universal Health Coverage (UHC) dengan BPJS Kesehatan, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur melakukan Penandatangan Addendum Perjanjian Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) Universal Health Coverage (UHC) dengan BPJS Kesehatan, Senin (29/6/2020).

Tujuan kerjasama ini untuk menjamin agar seluruh masyarakat Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki akses jaminan kesehatan yang bermutu.

MoU ditandatangani Bupati Luwu Timur, Thorig Husler dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Subkhan di Aula Rujab Bupati Luwu Timur, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

UHC adalah sistem pejaminan kesehatan yang memastikan seluruh penduduk atau paling sedikit 95 persen dari penduduk terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS.

Husler mengatakan tujuan kerjasama untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan kesehatan yang layak bagi setiap peserta atau anggota keluarga sebagai pemenuhan kebutuhan dasar hidup penduduk Luwu Timur.

"Penandatangan MoU UHC antara Pemkab Luwu Timur dengan BPJS adalah langkah nyata komitmen pemerintah mengintegrasikan peserta Jamkesda ke BPJS Kesehatan sesuai dengan amanat peraturan perundangan-undangan yang berlaku," tuturnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Subkhan mengatakan total peserta JKN di Luwu Timur sampai dengan Juni 2020 berjumlah 287.518 jiwa.

"Atau 95.72 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Luwu Timur, sehingga masih terdapat 4.28 persen yang belum memiliki jaminan kesehatan," katanya.

Adapun jumlah penduduk Luwu Timur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 sebanyak 293.822 jiwa.

Jumlah peserta program JKN-KIS tersebut diklaim sudah melebihi batas minimal capaian kepesertaan atau Universal Health Coverage (UHC) yang diamanatkan pemerintah pusat.

Subkhan mengatakan, pencapaian UHC kepesertaan JKN-KIS di Luwu Timur merupakan bukti Pemkab Luwu Timur memberikan kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial kesehatan bagi penduduknya.

"Kami apresiasi langkah konsisten Pemkab Luwu Timur dalam memberikan dukungan secara berkelanjutan terhadap implementasi program JKN-KIS,"

"Dan kami berharap agar jumlah peserta dapat terus bertambah demi tercapainya UHC Kabupaten Luwu Timur," tutur Subkhan.

Hadir dalam penandatanganan MoU ini Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli, Plt Dinas Kesehatan, Rosmini Pandin dan seluruh kepala puskesmas se- Luwu Timur.(*)

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved