Breaking News:

Kuliner Makassar

Mantapnya De’Jalkots, Bukan Jalangkote Biasa

Selain itu, perbedaan lainnya adalah biasanya pastel dimakan bersama cabe rawit, sedangkan jalangkote dimakan bersama sambal cair.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/RUDI SALAM
Owner De’Jalkots, Andi Arfiana 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jalangkote adalah makanan ringan khas Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kue ini sekilas mirip dengan pastel. Tak jarang orang menyebutnya dengan pastel khas Makassar.

Perbedaan keduanya terletak pada kulit. Pastel memiliki kulit lebih tebal dengan jalangkote.

Selain itu, perbedaan lainnya adalah biasanya pastel dimakan bersama cabe rawit, sedangkan jalangkote dimakan bersama sambal cair.

Kue yang memiliki bentuk unik ini masuk dalam daftar 10 ikon kuliner tradisional khas Kota Makassar.

Dulunya, kue ini dijual berkeliling, dari rumah ke rumah oleh seorang yang biasanya anak kecil.

Hal ini sama dengan arti dari kata jalangkote. Dimana berasal kata 'jalang' yang berarti jalan, dan 'kote' yang berarti berkotek-kotek atau teriak.

Sekarang, kue yang digoreng ini sangat mudah ditemui di berbagai tempat, terutama di Sulsel, khususnya Makassar.

Salah satunya yang paling terkenal adalah De’Jalkots.

De'Jalkots berdiri pada tahun 2017 di Jl Abdullah Daeng Sirua, Makassar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved