Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Presdir Batavia Sebut Ekonomi Membaik Jika Sudah Ditemukan Vaksin Covid-19

Vaksin berpotensi untuk menghentikan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Obat tak akan menghentikan pandemi.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ist
Presdir PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi dalam webinar Market Update dengan tema "What Behold Indonesia in New Normal Phase" Bank Mandiri melalui jaringan virtual, Selasa (16/6/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kapan pandemi berakhir? Ketika ditemukan vaksin.

Vaksin berpotensi untuk menghentikan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Obat tak akan menghentikan pandemi.

Ha itu disampaikan oleh Presdir PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi dalam webinar Market Update dengan tema "What Behold Indonesia in New Normal Phase" Bank Mandiri melalui jaringan virtual, Selasa (16/6/2020).

"Kalau sudah ditemukan vaksin maka manager Investasi akan cepat bisa dengan mudah menganalisis," katanya.

Saat ini, menurut Lilis, sudah ada penelitian untuk vaksin merk Cansino Bio dan Modena.

Pada Maret lalu, China memberi lampu hijau untuk uji klinis lain buat calon vaksin virus corona yang Akademi Ilmu Kedokteran Militer China kembangkan dengan dukungan militer dan CanSino Bio bernama CanSino vaksin.

Perusahaan bioteknologi AS Moderna (NASDAQ: MRNA) Inc melaporkan bahwa tes manusia berskala kecil tahap pertama menunjukkan tanda-tanda awal tanggapan kekebalan virus yang positif.

Saat ini, sudah ada penelitian untuk vaksin dan diprediksi sudah ada vaksin pada kuartal IV 2020.

"Kalau untuk Indonesia vaksin akan masuk akhir tahun 2021," katanya.

Lilis Setiadi mengatakan, Gross domestic product (GDP) global turun pada kuartal I 2020.

"Dibutuhkan 3 kuartal untuk mengembalikan perekonomian dunia ke posisi normal," katanya.

Sampai saat ini, pemerintah sudah mengucurkan anggaran hingga Rp 677 untuk menangani efek Covid-19.

"Ini setara dengan 4,8 persen GDP Indonesia. Angka itu memang tak semena-mena karena ini memang angka yang lumayan besar. Cukup banyak negara yang mengeluarkan di bawah 4,8 persen. Tapi, negara-negara maju lebih besar lagi," katanya.

Menurutnya, GDP Indonesia bisa turun hingga -0,5 persen.

"Ekonomi memang mulai membaik di kuartal III, GDP masih nol, kuartal IV baru normalisasi. Kami harapkan normalisasi 70-80 persen pada akhir kuartal IV, ini semua dengan asumsi tak ada second wave (gelombang kedua) Covid-19," katanya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved