Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sekuriti Swalayan di Boulevard Makassar Ditikam dan Ditebas Parang Usai Tegur Jukir

Sekuriti swalayan di Jalan Boulevard, Makassar, menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan sejumlah juru parkir usai ditegur.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
KRIMINAL MAKASSAR - Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni (kiri) dan korban sekuriti Syahril serta luka tangannya disabet parang beredar di sosial media. Korban mengalami luka tusuk di punggung dan sabetan parang di tangan. Polisi telah menerima laporan dan masih menyelidiki serta memburu pelaku yang telah teridentifikasi. 

Ringkasan Berita:
  • Sekuriti swalayan di Jalan Boulevard, Makassar, bernama Syahril menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan sejumlah juru parkir usai menegur penutupan akses jalan masuk. 
  • Korban mengalami luka tusuk di punggung dan sabetan parang di tangan. Polisi telah menerima laporan dan masih menyelidiki serta memburu pelaku yang telah teridentifikasi.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang sekuriti swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dikeroyok kawanan juru parkir (jukir).

Insiden itu terjadi di depan swalayan Jl Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (12/4/2026) pagi.

Sang sekuriti yang diketahui bernama Syahril harus dibawa ke rumah sakit akibat dugaan pengeroyokan itu.

Ia mengalami luka di tangan diduga akibat sabetan parang, dan luka tusukan di punggung akibat tikaman senjata tajam.

Dalam rekaman video yang beredar di Instagram, korban mengaku diserang sejumlah juru parkir setelah menegur salah satunya untuk tidak menutup akses jalan masuk ke swalayan.

"Tiga orangki (yang lakukan pengeroyokan). (Ada bawa) Parang dengan badik," ujarnya Syahril, saat ditanya perekaman video yang diunggah akun portalsulsel.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni yang dikonfirmasi, mengaku telah menerima laporan korban.

"Iya (sudah diterima laporannya), kami sementara proses penyelidikan," kata Iptu Uji Mughni melalui sambungan telepon.

Dijelaskan Iptu Uji, kejadian bermula saat juru parkir menutup akses masuk swalayan tempat korban bekerja.

Saat itu, ramai orang lantaran tengah car free day.

Korban Syahril, pun menegur juru parkir itu agar membuka akses jalan untuk karyawan swalayan.

"Si security ini menyampaikan ke salah satu tukang parkir yang di luar (car free day) agar diberikan akses jalan untuk karyawan yang di Ramayana dan Pizza Hat, jangan di tutup total karena sudah tidak bisa lewat belakang," ujarnya.

Akses jalan ke swalayan itu, lanjut Uji tersisa dari samping saat car free day, namun juga tertutup karena kendaraan parkir.

"Atas dasar itu, salah satu (jukir) melapor ke teman-teman sehingga di datangi," ungkapnya.

Akibat pengeroyokan itu, kata Uji korban mengalami sejumlah luka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved