OPINI
Serangan Hoaks Kepada Nakes
Akhir-akhir ini terlalu banyak informasi hingga status di media sosial yang mencoba membenturkan antara nakes dan masyarakat.
Menurut Silverman tahun 2015, hoaks adalah informasi bohong yang sengaja diciptakan untuk ‘dijual’ sebagai kebenaran demi kepentingan pihak tertentu.
• Dua Desa Dataran Tinggi Gowa Diterjang Longsor
Menurut Werme 2016, hoaks bukan sekedar berita bohong, tetapi memiliki agenda kepentingan dibelakangnya sehingga dibuat penyebaran Covid-19.
Semakin banyak yang menolak maka akan semakin berbahaya karena banyak kasus yang akan tidak terdeteksi dan secara tidak langsung dibiarkan menyebarkan virus ini secara bebas tanpa kontrol.
Boleh jadi mereka yang terinfeksi adalah carier yang dapat membahayakan lingkungan sekitarnya.
Tanpa rapid test, proses ini akan terus berlangsung. Efek lain adalah munculnya pembawa jenazah secara paksa oleh pihak keluarga.
Padahal jenazah tersebut sudah masuk kategori PDP yang menunggu hasil tes swab.
Jika hasilnya positif maka akan sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar termasuk keluarga jenazah tersebut.
Kalaupun negatif, nakes harus bertindak memang dengan memikirkan kemungkinan terburuk.
Keputusan terakhir dari pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulsel sangat bagus.
• Kronologi Lengkap 35 Buruh Pabrik di Tangerang Disekap dengan Alasan Covid-19
Di mana memerintahkan untuk mempercepat hasil pemeriksaan swab tes untuk menghindari lebih banyak konflik antara nakes dan keluarga jenazah yang berstatus PDP.
Semoga ini cepat terealisasi.
Menghadapi Hoaks
Hoaks sudah ada sejak jaman Nabi SAW, dan Beliau sudah sangat lengkap mengajarkan kepada kita dalam menghadapinya.
Apabila datang kabar kepada Nabi SAW, maka beliau melakukan beberapa hal.
Pertama, melihat, mengamati, siapa pembawa kabar tersebut. Apa latar belakangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketika-santri-jatuh-cinta-1-2812020.jpg)