Tribun Luwu Utara
Perkelahian Antar Pemuda di Bone-bone Luwu Utara Sudah Berlangsung Lama, Warga Sebut 'El Clasico'
Perkelahian ini selalu melibatkan dua kelompok pemuda dari kampung yang bertetangga.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TRIBUNLUTRA.COM, BONE-BONE - Perkelahian antar kelompok pemuda di Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ternyata sudah berlangsung lama.
Perkelahian ini selalu melibatkan dua kelompok pemuda dari kampung yang bertetangga.
Yakni pemuda Lingkungan Bamba atau Karangan, Kelurahan Bone-bone dengan pemuda dari Dusun Kopi-kopi, Desa Banyu Urip.
Kedua kelompok biasanya bertikai di sekitaran Jembatan Bone-bone.
Di jembatan itu, kedua kelompok kerap melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan jenis papporo atupun memakai busur.
"Konflik antar pemuda di dua kampung ini sudah berlangsung lama. Orang mengibaratkannya sebagai 'El Clasico'," ujar salah satu warga Bone-bone, Minggu (14/6/2020).
Pria paruh baya yang ditemui TribunLutra.com ini minta namanya tidak dimediakan dengan alasan keamanan.
"Kita jaga-jaga diri saja, kondisinya lagi tidak bagus," sebut dia.
Menurutnya, perkelahian antara kedua kelompok pemuda akhir-akhir ini sudah beberapa kali terjadi.
"Waktu bulan Ramadan juga beberapa kali terjadi," katanya.
Ia menduga, seringnya perkelahian terjadi ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada Luwu Utara 2020.
"Pilkada 2015 lalu juga begitu, pas dekat-dekat Pilkada ada kekacauan. Waktu itu lebih parah, ada beberapa rumah warga yang dibakar," terang dia.
Diberitakan sebelumnya, dua kelompok pemuda terlibat perang menggunakan senjata api rakitan jenis lapporo di Bone-bone, Jumat (12/6/2020).
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.50 Wita di Jembatan Bone-bone.
Suara letusan papporo terdengar empat kali dari arah Karangan.