Tribun Wiki
Jadi Nama Rumah Sakit di Bulukumba, Siapa Sebenarnya Andi Sulthan Dg Radja?
Namanya bahkan diabadikan menjadi nama rumah sakit tipe paripurna di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Nama H Andi Sulthan Dg Radja, sangatlah masyhur di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Namanya bahkan diabadikan menjadi nama rumah sakit tipe paripurna di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu.
Fotonya juga terpajang besar di dalam areal rumah sakit.
Andi Sulthan Dg Radja dikenal sebagai seorang yang religius. Ia merupakan pendiri Masjid Tua Ponre, di Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang.
Masjid ini, pernah tercatat sebagai masjid terbesar di Sulsel pada masanya.
Andi Sultan Daeng Radja lahir pada tanggal 20 Mei 1894, di Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang.
Ia merupakan seorang tokoh kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional dari Sulsel.
Dikutip dari wikipedia.org, Andi Sulthan Daeng Radja adalah putra pertama pasangan Passari Petta Tanra Karaeng Gantarang dan Andi Ninong.
Andi Sultan Daeng Radja wafat pada 17 Mei 1963 di Rumah Sakit Pelamonia Makassar dalam usia 70 tahun.
Semasa muda, Sulthan Daeng Radja dikenal taat beribadah dan aktif dalam kegiatan Muhammadiyah.
Tahun 1902, Sulthan Daeng Radja masuk sekolah Volksschool (Sekolah Rakyat) tiga tahun di Bulukumba.
Tamat dari Volksschool, dia melanjutkan pendidikannya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Bantaeng.
Selesai mengenyam pendidikan di ELS, Sultan Daeng Radja melanjutkan pendidikannya di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Makassar.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di OSVIA pada tahun 1913, Sultan Daeng Radja yang saat itu, masih berusia 20 tahun diangkat menjadi juru tulis kantor pemerintahan Onder Afdeeling Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/h-andi-sulthan-dg-radja.jpg)