Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

Kapusnya Diduga Jual APD, Pegawai Puskesmas Ujung Loe Bulukumba Ancam Mogok Kerja

Puluhan pegawai Puskesmas Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba mendatangi Kantor DPRD Bulukumba

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/FIRKI ARISANDI
Puluhan pegawai Puskesmas Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendatangi Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (462020) siang. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Puluhan pegawai Puskesmas Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendatangi Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (4/6/2020) siang.

Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penjualan Alat Pelindung Diri (APD), dan dugaan pemotongan insentif dokter dan perawat.

Mereka mengancam untuk mogok kerja, karena hingga saat ini Kepala Puskesmas Ujung Loe, Asrianti, masih menjabat.

Sebelumnya, sebanyak 31 pegawai dan jajaran Puskesmas Ujung Loe, telah menandatangani petisi.

Ketua Komisi A DPRD Bulukumba Andi Pangerang Hakim, yang menerima para petugas medis tersebut, meminta para tenaga medis untuk tidak mogok kerja.

"Kita minta untuk tidak mogok kerja. Solusinya, kami akan melaporkan ke bupati terkait ini, jangan sampai ada mogok kerja. Bahaya kalau 31 orang ini mogok, bagaimana pelayanan," kata Andi Pangerang.

Dalam pertemuan itu, para pegawai kembali memberikan beberapa bukti dugaan penjualan APD yang dilakukan oleh oknum kapus.

Salah satunya disampaikan oleh Bidan Desa, Nirmalasari.

Ia memperlihatkan bukti berupa kardus masker yang ia beli dari Asrianti.

Kardus tersebut, kata dia, tidak ada bedanya dengan bantuan APD dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba.

"Saya tidak menuduh, cuman masker yang ada di puskesmas, sama dengan yang dia jual ke saya," kata Nirmalasari.

Saat itu, masker yang didapatkan dari sang kapus dibeli seharga Rp200 ribu dengan isi 50 lembar masker, dan tanpa nota pembelian.

Namun, pada Sabtu (30/5/2020) kemarin, Nirmalasari mengaku baru diberikan nota pembeliannya oleh Asrianti.

"Itupun dengan harga yang beda. Handscoon-nya Rp100 ribu, tapi di nota Rp150 ribu,"
pungkasnya. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved