Opini
Problematika Infotainment, Tayangan Infotainment sebagai Media Dakwah
Saat ini tayangan infotainment merupakan salah satu program yang semakin menjamur di industri pertelevisian Tanah Air.
Ikhwan
Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar
INFOTAINMENT identik dengan pemberitaan terhadap public figure dan dunia keartisan.
Saat ini tayangan infotainment merupakan salah satu program yang semakin menjamur di industri pertelevisian Tanah Air.
Infotainment memberitakan kehidupan para selebritis, public figure terkenal lainnya mulai dari karir, pendidikan, kegiatan sosial, asmara, life style hingga sampai kasus hukum dirangkai semenarik mungkin dan dikemas secara apik sehingga mampu menyedot perhatian masyarakat luas.
Dalam hal ini khalayak dianggap aktif, maka segala kebutuhan disesuaikan dengan motif dan pilihan khalayak sendiri.
Pada tanyagan infotainment perlu ditanamkan pesan-pesan dakwah agar bisa menjadi penyeimbang dampak negatif dan damfak positif yang ditimbulkan dari tayangan tersebut.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh tayangan infotainment, sangat besar tidak hanya berkorelasi pada masalah moral, akidah bahkan ekonomi.
Meskipun tertutupi oleh dampak negatif akan tetapi tayangan infotainment memiliki dampak positif, sisi baik dalam pemberitaan tayangan infotainment.
Karena menanamkan prinsip komunikasi dengan gaya bicara (qaulan) pada tayangan infotainment.
Pentingnya Media Massa
Saat ini media massa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Bahkan pemikiran dan perilaku manusia dalam kehidupannya sangat di pengaruhi oleh pesan media massa.
Media massa sebagai sarana informasi menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia.
Media massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara massal atau menyeluruh.
Melalui media massa program maupun informasi gencar disajikan dalam bentuk yang dikemas secara menarik.
Media massalah yang menjadi sumber kebutuhan informasi masyarakat dewasa ini.
Karena media massa sangat berpengaruh bagikehidupan, maka perlu diketahui bagaimana media massa bekerja.
Beberapa di antaranya yang perlu direnungkan, melalui media massa, setiap orang mengetahui hampir segala sesuatu di luar lingkungan mereka.
Masyarakat yang berpengetahuan dan aktif sangat mungkin terwujud di dalam demokrasi modern hanya jika media massa berjalan dengan baik.
Setiap orang membutuhkan media massa untuk mengekspresikan ide-ide mereka ke khalayak luas.
Tanpa media massa, gagasan seseorang hanya sampai kepada orang-orang di sekitarnya.
Media massa yang saat ini yang ikut berperan dalam menyajikan informasi kepada khalayak luas adalah televisi.
Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian dan kehidupan manusia.
Bahkan bagi beberapa orang, televisi dianggap sebagai teman dan sebagai cerminan perilaku masyarakat.
Tak dapat dipungkiri, salah satu jenis media massa ini mampu menghipnotis para penikmatnya dengan sajian berbagai acara dan informasi yang kebutuhan khalayak luas.
Televisi mampu memberikan pengaruh peran dalam pemaknaan pesan, penyampaian informasi, fakta maupun budaya masyarakat sebagai penyampai informasi kepada khalyak.
Informasi yang seakan tak terbatas, disampaikan dan dirangkum sedemikian rupa oleh media televisi.
Setiap stasiun televisi dapat menayangkan berbagai program hiburan seperti infotainment, film, musik, kuis, talk show, dan sebagainya.
Salah satu tayangan televisi yang populer di Indonesia saat ini adalah Infotaiment.
Infotainment menurut bahasa berasal dari dua suku kata asing yang berbeda maknanya, yaitu information artinya informasi (pemberitahuan) dan entertainment artinya hiburan.
Pada dasarnya infotainment adalah jurnalisme ringan yang berkembang di Amerika Serikat, katagori ini bukan hanya menampilkan informasi dunia hiburan semata tapi beraneka ragam berita dari olahraga, politik sosial budaya dan kriminal yang dikemas menjadi lebih lunak dan menghibur.
Infotainment identik dengan pemberitaan terhadap publik figur dan dunia keartisan.
Infotainment merupakan jelmaan panggung catwalk bagi para artis yang sedang berjalan dalam dunia keartisannya untuk menjaga stabilitas dan popularitas mereka.
Efektiftas metode televisi dalam mengaduk-aduk emosi penonton melalui infotainment terlihat ketika infotainment menyuguhkan pro dan kontra yang sebenarnya bisa saja berubah dalam hitungan detik.
Inilah yang disebut clift hanger, yang berfungsi untuk mengikat rasa penasaran dan emosi penonton agar selalu setia menanti perkembangan berita selanjutnya.
Saat ini tayangan infotainment merupakan salah satu program yang semakin menjamur di industri pertelevisian tanah air.
Program yang memberitakan kehidupan para selebritis, public figur terkenal lainnya mulai dari karir, pendidikan, kegiatan sosial, asmara, life style hingga sampai kasus hukum dirangkai semenarik mungkin dan dikemas secara apik sehingga hal inilah yang mampu menyedot perhatian masyarakat luas.
Tidak bisa dipungkiri, perkembangan infotainment dari tahun ke tahun frekuensi tayangannya terus meningkat.
Semenjak kemunculannya pada tahun 1994, kiprah tayangan infotainment memang bisa dibilang sangat luar biasa.
Buktinya, stasiun televisi seakan berlomba menayangkan tayangan yang menyajikan berita seputar selebritis ini.
Berbagai jenis infotainment yang tayang di televisi, antara lain Inset di Trans TV, Selebrita di Trans 7, Halo Selebriti di SCTV, Go Spot dan Silet di RCTI, Obsesi di Global TV, Seleb On News di MNC TV, Hot Kiss di Indosiar, dan Hot News di Net TV.
Semakin banyaknya jenis-jenis infotainment yang tayang di televisi disebabkan oleh tingginya popularitas terhadap tayangan infotainment.
Munculnya berbagai jenis infotainment yang menampilkan pemberitaan mengenai gosip dan pola hidup para artis kini telah menjadi konsumsi khalayak setiap harinya.
Seperti halnya kasus pernikahan, perceraian, putus nyambung, hobi unik, pamer kekayaan, info film atau sinetron baru, berita duka, artis terjerat narkoba, artis sakit dan lain sebagainya.
Penayangan infotainment cukup beragam, ada yang sehari hanya menanyangkan satu kali ada juga yang menanyangkan dua kali dalam waktu sehari hanya saja dengan mengganti nama program acaranya.
Contohnya seperti di stasiun televisi RCTI program acara infotainment Go Spot tayang pada pukul 06:30 dan pada pukul 09:45 tayang lagi program acara infotainment Silet.
Sehingga dengan variasi program acara infotainment tentunya khalayak disuguhkan atau diberikan penayangan waktu yang beragam agar dapat menikmati acara tersebut dalam waktu luang yang ada.
Ada tiga hal yang menjadi cap tayangan infotainment di televisi antara lain:
1. Program ini dikenal sebagai media yang suka membeberkan perihal pribadi seseorang, terutama para penghibur, pemain sinetron, penyanyi, presenter, dan pelawak. Ia membawa masalah pribadi yang berada di wilayah privat ke wilayah publik media.
2. Materi beritanya kebanyakan tidak bisa dikategorikan penting bagi publik, alias remeh temeh.
Tetapi remeh temeh itu diformat sedemikian rupa sehingga kata-katanya menjadi menarik, dimaksud agar bisa menghibur.
3. Hampir semua infotainment bergosip dalam materi dan metode pemberitaan.
Meskipun tayangan infotainment merupakan salah satu sumber relevan dari gosip, dimana topik pembicaraan negatif tentang artis atau publik figure yang kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari, namun cerita-cerita dalam tiap serinya selalu menjadi topik yang menarik pula untuk dibicarakan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa tayangaan infotainment bersifar ghibah karena membicarakan tentang aib orang lain.
Bahkan MUI, PBNU pernah mengeluarkan fatwa bahwa infotainment yang kontennya bersifat ghibah itu haram.
Namun hal tersebut diperjelas oleh pernyataan Zuhairi Misrawi salah satu tokoh organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yaitu NU yang dikutip oleh Adi Badjuri dalam bukunya Jurnalistik Televisi, menyebutkan bahwa tidak semua infotainment itu bersifat ghibah dan diharamkan, kecuali berdasar tujuan yang dibenarkan syariat, seperti memberantas kemungkaran, memberi peringatan, menyampaikan pengaduan/ laporan meminta bantuan atau meminta fatwa hukum.
Dengan demikian tayangan infotainment memiliki cakupannya sangat luas sehingga butuh analisa pengembangan untuk memilah mana infotainment yang sifatnya gosip dan infotainment sifatnya informasi umum.
Di sisi lain, bahwa beberapa item dan topik tayangan infotainment bukanlah merupakan tayangan negatif atau berefek negatif seperti acara seremonial perjalan haji atau umroh yang dilaksanakan oleh para artis, atau juga bisa artis mengajarkan hal-hal positif kepada anaknya, sehingga khalayak bisa mendapatkan manfaatnya dari tayangan tersebut.
Oleh karena itu jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, infotainment juga mempunyai sisi baik meskipun itu tertutupi dengan sisi buruk yang lebih dominan dengan ghibah yang sudah melekat pada infotainment.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pengemasan informasi yang ringan dengan penyajian yang santai dan menghibur seakan membuat infotainment tidak terpisahkan dari kehidupan khalayak luas dan menjadi candu bagi pemirsa yang menyaksikan tayangan infotainment.
Penonton pada tayangan infotainment sebagian besar didominasi oleh ibu rumah tangga.
Pemirsa ibu rumah tangga memiliki kedekatan dengan infotainment karena mereka menganggap tayangan infotainment memiliki nilai informasi yang mencerahkan, yang didukung oleh konsistensi atau objektivitas informasi melalui dialog, narasi dan wawancara, sebagai daya tarik format tayangan, sehingga pemirsa menghendaki infotainment memiliki nilai informasi dan memuat dayatarik format tayangan, karena masih ditemukan televisi swasta menayangkan infotainment yang menyampingkan daya tarik format tayangan.
Khalayak khususnya ibu rumah tangga yang menyaksikan tayangan infotainment tentu memiliki motif yang berbeda.
Menurut McQuail dalam Kriyantono, teori Uses and Gratification mengamsusikan bahwa setiap khalayak memiliki empat motif dalam menggunakan media yaitu:
a. Motif Informasi/ pengawasan (Surveillance); berkaitan dengan pencarian informasi, mencari berita, menambah ilmu pengetahuan.
b. Motif Identitas Personal (Personal Identity); motif ini berkaitan dengan menunjang nilai-nilai yang ada pada diri, eksplorasi diri dalam menggunakan media.
c. Motif Integrasi dan Interaksi Sosial (Personal Relationship); hubungan personal motif ini berkaitan dengan menjalankan peran sosial, menemukan bahan pembicaraan dan bisa berinteraksi dengan mahasiswa disekitarnya.
d. Motif hiburan/ pengalihan (Diversion); motif yang mendasari kebutuhan khalayak dalam melepaskan emosi diri dari masalah dan kesibukan sehari-hari.
Dalam hal ini karena khalayak dianggap aktif, maka segala kebutuhan disesuaikan dengan pilihan khalayak sendiri.
Berlandaskan pada motif-motif tertentulah khalayak bisa melampiaskan emosionalnya.
Sehingga dalam hal ini tayangan infotainment bisa menanamkan suatu keyakinan tentang realitas sosial kepada khalayak sebagaimana yang ada pada teori kultivasi.
Dengan demikian pada tanyagan infotainment perlu ditanamkan pesan-pesan dakwah agar bisa menjadi penyeimbang dampak negatif dan damfak positif yang ditimbulkan dari tayangan tersebut.
Berawal dari latar belakang tersebut maka masalah utama pada makalah ini adalah bagaimana tayangan infotainment sebagai media dakwah dari masalah pokok tersebut lahir sub masalah sebagai berikut:
Pertama, bagaimana dampak tayangan infotainment.
Kedua, bagaimana pemanfaatan tayangan infotainment sebagai sarana dakwah.
Dampak Infotainment
Salah satu program atau acara yang sangat digandrungi oleh masyarakat saat ini adalah acara infotainment yang banyak mempublikasikan kehidupan pribadi dan karir para selebritis.
Karena itu, hal ini sebuah keuntungan bisnis yang luar biasa, bahkan akan ditayangkan setiap hari karena mumpung diminati masyarakat.
Sedangkan moralitas suatu acara terkesan tidak dihiraukan.
Para pelaku industri media tanpa memikirkan dampak yang kurang baik terhadap penontonnya.
Format tayangan infotainment di stasiun televisi cenderung dalam bentuk kompilasi informasi, yaitu penggabungan dari beberapa isu seputar kehidupan artis atau orang ternama.
Proses tersebut disampaikan secara utuh mulai dari pengantar, permasalahan dan pembahasan masalah secara sistematis, sehingga kesinambungan dapat terjaga.
Alur informasi didukung oleh dayatarik format tayangan, yang disisipkan dalam tayangan infotainment, sehingga menentukan nilai informasi bagi pemirsa.
Nilai informasi tayangan infotainment didukung oleh objektivitas informasi melalui narasi, dialog dan wawancara, sebagai dayatarik format tayangan.
Tayangan infotainment bersifat mengungkap kelemahan dan menyakiti orang lain dan menayangkan aib selebriti yang seharusnya tidak layak untuk ditayangkan dan dikonsumsi publik.
Selain selebriti merasa tidak nyaman dengan segala pemberitaan yang negatif, dampak juga dialami oleh penonton atau khalayak bahwa mereka secara tidak sadar telah mengikuti segala gaya hidup yang tidak baik dan bisa juga berakibat pada orang lain.
Adapun dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh tayangan infotainment adalah kekuatan media dalam mengubah dan membentuk gaya hidup seseorang.
Dalam hubungannya dengan infotainment maka setidaknya ada beberapa dampak negatif yang dapat diidentifikasi di antaranya:
* Kurangnya usaha untuk introspeksi diri.
Artinya dengan adanya tayangan infotainment cenderung mendorong masyarakat untuk melihat berbagai kesalahan orang lain, dibandingkan dengan mengintrospeksi diri.
Karena itu, perilaku yang semacam ini akan berdampak buruk bagi kepribadian seseorang.
* Menyebarkan fitnah, isu dan kabar burung. Jika berita infotainment itu hanya menduga-duga dari suatu permasalahan yang belum jelas faktanya maka bisa saja disebut sebagai fitnah.
Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, pencurian, perampokan, pengutilan, penipuan, dan lain-lain.
* Mengganggu orang yang sedang diperbincangkan (dibahas).
Orang yang namanya masalah kita diomongin dan diungkit-ungkit orang lain (ghibah) normalnya akan membuat kita tidak nyaman.
Oleh sebab itu jika seseorang punya masalah atau kasus sebaiknya kita biarkan dia dulu menyelesaikan segala masalahnya.
Setelah semua beres barulah minta izin langsung untuk meminta diliput. Selama ini wartawan main tayang saja tanpa meminta doa restu yang diliput.
* Menjerumuskan masyarakat pada gaya (pola) hidup yang salah.
Berita yang datang dari kaum yang suka ditiru orang, kalau tidak benar maka jelas berdampak tidak baik.
Bahaya jika masyarakat meniru para artis yang identik/ suka dugem, suka gaya hidup mewah, suka pergaulan bebas, suka narkoba, suka nikah siri, dan sebagainya.
Seharusnya dijelaskan pole hidup yang salah adalah salah, tidak baik ya tidak baik agar masyarakat tidak meriru yang jelek- jelek.
* Contoh buruk bagi anak-anak.
Menyambung dari poin di atas kalau yang menonton adalah anak-anak maka akan lebih dahsyat dampak negatif yang ditimbulkannya.
Jika anak-anak terobsesi ingin jadi selebriti bisa saja mereka akan meniru apa yang dilakukan selebriti kesayangannya termasuk yang jelek-jelek.
Anak-anak dari kecil sudah diajarkan gosip, fitnah, gibah, gaya hidup mewah, dan lain-lain.
Seharusnya acara infotainment ditayangkan larut malam ketika anak-anak sudah tidur.
Menghabiskan waktu para penonton.
Pembahasan suatu masalah dari seorang selebritis biasanya dipaksa panjang durasinya sehingga yang dibahas suka diulang-ulang atau ditambah-tambahkan.
Belum lagi setiap acara infotainmen juga membahas kasus yang sama secara bertele-tele.
Maka lengkap sudah waktu seseorang yang tersita untuk melihat permasalahan yang sama.
Waktu pemirsa yang berharga.
Dengan demikian tidak dapat disangkal lagi bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh tayangan infotainment, sangat besar tidak hanya berkorelasi pada masalah moral, akidah bahkan ekonomi.
Meskipun tertutupi oleh dampak negatif akan tetapi tayangan infotainment memiliki dampak positif, sisi baik dalam pemberitaan tayangan infotainment, seperti halnya pemberitaan tentang artis umroh/ naik haji, mencapai gelar master, menerbitkan buku, menjadi duta anti narkoba, berbagi dengan anak yatim, dan seterusnya yang menyiratkan nilai- nilai kebajikan, positif sehingga bisa menjadi motivasi, teladan yang baik dan sekaligus sesuatu hal yang menginspirasi bagi khalayak luas untuk bisa meraih apa yang di cita-citakan di masa depan.
Oleh karena itu dampak tayangan infotainment yang memberitakan artis sebagai pusat tren lambat laun akan diimitasi dan diadopsi pola kehidupannya oleh khalayak.
Tak hanya dari segi busana, penampilan dan gaya hidup, bahkan pula sikap dan perilaku sehari-hari.
Pemanfaatan Infotainment sebagai Sarana Dakwah
Media televisi sangat efektif untuk digunakan sebagai media penyampai pesan-pesan dakwah karena kemampuannya yang dapat menjangkau daerah yang sangat luas.
Dakwah melalui televisi dapat dilakukan dengan berbagai cara baik dalam bentuk ceramah, film, lagu, sinetron dan infotainment.
Melalui televisi seorang khalayak dapat mengikuti kegiatan dakwah seakan dia berada langsung dihadapan dai dan bahkan sekarang sudah banyak siaran langsung yang dilakukan untuk kepentingan siaran dakwah.
Untuk mendapatkan terobosan baru dalam berdakwah, salah satu alternatif dakwah yang cukup efektif adalah melalui infotainment, karena dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang pemanfaatan media tersebut cukup efektif, sebagaimana kita ketahui pada saat sekarang ini informasi dan entertainment di Indonesia semakin maju danberkembang disertai dengan sangat antusiasnya animo masyarakat dalam menikmati tanyangan infotainment.
Maka dengan ini tanyangan infotainment yang dijadikan sebagai media dakwah cukup efektif dalam menyebarkan pesan-pesan agama kepada masyarakat dengan memberikan kisah atau cerita yang dikemas dengan ringan, yang tidak kaku, menghibur dan disesuaikan dengan keadaan kehidupan sosial masyarakat yang sedang terjadi sekarang ini.
Tayangan infotainment dalam televisi juga dimaksud untuk memberikan motivasi dengan menyampaikan pesan-pesan agama, sehingga masyarakat jenuh dengan uraian dakwah dengan cara yang normatif, sehingga ketika menerima isi pesan dari tanyangan infotainment tersebut dapat menarik perhatian masyarakat yang menonton dalam mempelajari konten dakwah tersebut.
Fenomena menarik dalam konteks pemanfaatan tanyangan infotainment sebagai saluran dakwah dengan metode tertentu, mulai terjadi di Indonesia yang memiliki populasi masyarakat muslim terbesar didunia sudah seharusnya mampu memanfaatkan secara efektif teknologi audio visual tersebut.
Tayangan infotainment di televisi bukan merupakan program Islami, tetapi meskipun begitu jika dikaji lebih lanjut infotainment juga tetap mempunyai sisi baik walaupun tertutupi dengan sisi buruk yang lebih dominan dengan ghibah yang sudah melekat pada infotainment.
Pada komunikasi Islam ada enam bentuk gaya bicara (qaulan) untuk mengetahui bagaimana tinjauan prinsip-prinsip komunikasi Islam terhadap tayangan infotainment.
Dalam penyampaian pesan pada tayangan infotainment perlu diperhatikan juga pembicaraan/ gaya bicara (qaulan) yang dikategorikan sebagai prinsip-prinsip komunikasi Islam.
Prinsipprinsip ini bersumberkan Alquran, di antaranya:
1. Qaulan layyinan
Kata qaulan layyinan disebutkan dalam QS Thaahaa/20: 44.
Terjemahnya, “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanyna dengan kata kata yang lemah lembut, mudah mudahan ia ingat akan takut”.
Menurut Al-Maraghi, qaulan layyinan berarti pembicaraan yang lemah lembut agar lebih dapat menyentuh hati dan menariknya untuk menerima dakwah.
Sedangkan menurut Ibnu Katsir, yang dimaksud layyinan ialah kata kata sindiran/ bukan dengan kata kata terus terang.
Menurut W Zuhaily menafsirkan ayat, “Maka katakanlah kepadanya (Fir’aun) dengan tutur kata yang lemah lembut (penuh persaudaraan) dan manis didengar, tidak menampakkan kekerasan dan nasihatilah dia dengan ucapan yang lemah lembut agar dia lebih tertarik karena dia akan merasa takuk dengan siksa yang dijadikan oleh Allah melaui lisannya”.
Maksud ayat ini nabi Musa dan Nabi Harun diperintahkan Allah meninggalkan sikap yang kasar.
Berdasarkan tiga pendapat di atas dapat istilah qaulan layyinan memiliki makna kata-kata yang lemah lembut, suara yang enak didengar, sikap yang bersahabat, dan perilaku yang menyenangkan dalam menyerukan agama Allah.
Dengan kata kata qaulan layyinan, orang yang diajak berkomunikasi akan merasa tersentuh hatinya, tergerak jiwannya dan tentram batinnya, sehingga akan mengikuti pesan dari tayangan infotainmet.
Seperti pada progran acara infotainment jika ditinjau dari qaulan layyinan, ungkapan yang mengandung perkataan lemah lembut terlihat ketika narasumber dan narator menggunakan bahasa yang lemah lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan sehingga dapat menyentuh hati khalayak.
2. Qaulan sadidan
Qaulan sadidan artinya pembicaraan yang benar, jujur, lurus, tidak bohong, dan tidak berbeli-belit.
Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT., dalam QS Al-Ahzab/ 33: 70.
Terjemahnya, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar”.
Kata qaulan sadidan disebut dua kali dalam Alquran.
Pertama, Allah menyuruh manusia menyampaikan qaulan sadidan dalam urusan anak yatim dan keturunan.
Kedua, Allah memerintahkan qaulan sadidan sesudah takwa.
Contoh qaulan sadidan yaitu tidak berbohong karena kebohongan tentulah sangat merugikan banyak pihak.
Dalam perkembangan kehidupan manusia, tidak terlepas dari bohong.
Sejak zaman Nabi Muhammad pun, kebohongan merambah pada periwayatan hadis-hadis nabi.
Sejatinya, hadis adalah dasar hukum kedua setelah Alquran.
Memalsukan hadis nabi, berarti memalsukan agama Islam, termasuk di dalamnya hukum-hukum Islam.
Namun, kebohongan tidak akan pernah bisa memasuki Alquran, karena keaslian Alquran dijamin oleh Allah SWT.
Jika tayangan infotainment ditinjau dari qaulan saddidan, maka ungkapan yang mengandung qaulan sadidan terdapat pada hal yang berhubungan dengan kehidupan narasumber.
Jurnalis infotainment mereka tidak merekayasa perkataanya, tidak memanipulasi, dan memang benar faktual sesuai dengan apa yang dialami dan dirasakan oleh narasumber.
3. Qaulan maysuran
Kata qaulan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam QS Al-Israa/17:
Terjemahnya, “Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas”.
Berdasarkan sebab-sebab turunnya (asbab al-nuzul) ayat tersebut, Allah memberikan pendidikan kepada Nabi Muhammad SAW., untuk menunjukkan sikap yang arif dan bijaksana dalam menghadapi keluarga dekat, orang miskin dan musafir.
Secara etimologis, kata maysuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah atau gampang.
Ketika kata qaulan digabungkan dengan kata maysuran menjadi qaulan maysuran yang artinya berkata dengan mudah atau gampang.
Berkata dengan mudah maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti, dan dipahami oleh komunikan.
Salah satu prinsip komunikasi dalam Islam adalah setiap berkomunikasi harus bertujuan mendekatkan manusia dengan Tuhannya dan hamba-hambanya yang lain.
Islam mengharamkan setiap komunikasi yang membuat manusia terpisah dari Tuhannya dan hamba- hambanya.
Pada tayangan infotainment seorang narator yang baik adalah narator yang mampu menampilkan sikap simpati dan empati.
Simpati dapat diartikan dengan menempatkan diri kita secara imajinatif dalam posisi orang lain.
Namun dalam komunikasi, tidak hanya sikap simpati dan empati yang dianggap penting karena sikap tersebut relatif abstrak dan tersembunyi, tetapi juga harus dibarengi dengan pesan-pesan komunikasi yang disampaikan secara bijaksana dan menyenangkan.
Jika ditinjau pada tayangan infotainment kata qaulan maysuran, mengandung kata-kata mudah diterima.
Hal tersebut terlihat pada perkataan yang mudah diterima, karena narasi yang diucapkan oleh narator baik sehingga mudah dimengerti oleh khlayak.
4. Qaulan baligha
Qaulan baligha, yaitu ucapan yang membekas pada jiwa, efektif, dan tidak berbelit-belit. Sebagaiman disebutkan dalam firman Allah SWT.
QS An-Nisaa/4: 63.
Terjemahnya, “Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka”.
Lebih jauh penafsiran dari ayat di atas adalah mengibaratkan hati mereka sebagai wadah ucapan, dan wadah tersebut harus diperhatikan.
Sehingga apa yang dimaksudkan ke dalamnya sesuai, bukan saja dalam kuantitasnya, tetapi juga dengan sifat dari wadah tersebut.
Dalam hal ini, ada jiwa yang harus diasah dengan ucapan-ucapan halus, dan ada pula yang harus dilentakkan dengan kalimat-kalimat yang keras atau ancaman yang menakutkan.
Pada akhirnya, di samping ucapan yang disampaikan, cara penyampaian dan waktunya pun harus diperhatikan.
Pengertian qaulan baligha dibagi menjadi dua, qaulan baligha terjadi bila komunikator menyesuaikan pembicaraannya dengan sifat-sifat khalayak yang dihadapinya sesuai dengan frame of reference and field of experience.
Kedua, qaulan baligha terjadi bila komunikator menyentuh khalayaknya pada hati dan otaknya sekaligus.
Jika dicermati dapat disimpulkan kata qaulan baligha ialah menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele.
Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka.
Jika ditinjau dari qaulan baligha, ungkapan yang mengandung qaulan baligha terdapat pemberitaan infotainment terdapat pada pernyataan dari narasumber dalam mengkomunikasikan kehidupan yang lebih cenderung komunikatif, tidak berbelit-belit atau tidak bertele-tele, langsung ke pokok masalah.
5. Qulan ma’rufa
Qulan ma’rufa, yaitu perkataan yang baik, santun, dan tidak kasar sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT.
QS An-Nisaa/4: 5.
Terjemahnya, “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik”.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa, qaulan ma’rufa adalah perkataan yang baik. Allah menggunakan frase ini ketika berbicara tentang kewajiban orang- orang kaya atau kuat terhadap orang-orang miskin atau lemah.
Qaulan ma’rufa berarti pembicaraan yang bermanfaat memberikan pengetahuan, mencerahkan pemikiran, menunjukkan pemecahan terhadap kesulitan kepada orang lemah, jika tidak dapat membantu secara material, setidaknya dapat membantu secara psikologi.
Jika ditinjau dari qaulan ma’rufa, ungkapan yang mengandung perkataan yang baik, pantas terdapat pada pemberitaan infotainment yang diucapkan oleh narator terkait kisah orang-orang terpinggirkan.
6. Qaulan karima
Qaulan karima, artinya kata-kata yang mulia dan penuh penghormatan sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT QS Al-Isra/17: 23.
Terjemahnya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia”.
Dengan penjelasan diatas maka qaulan karima diperlakukan jika pesan- pesan kominikasi itu ditujukan kepada kelompok orang yang sudah masuk kategori usia lanjut.
Komunikasi yang baik tidak dinilai dari tinggi rendahnya jabatan atau pangkat seseorang, tetapi ia dinilai dari perkataan seseorang.
Cukup banyak orang yang gagal berkomunikasi dengan baik kepada orang lain disebabkan mempergunakan perkataan yang keliru dan berpotensi merendahkan orang lain.
Permasalahan perkataan tidak bisa dianggap ringan dalam komunikasi.
Karena salah perkataan berimplikasi terhadap kualitas komunikasi dan pada gilirannya mempengaruhi kualitas hubungan sosial.
Bahkan karena salah perkataan hubungan sosial itu putus sama sekali.
Jika ditinjau dari qaulan karima, ungkapan yang mengandung perkataan mulia yang terdapat pada pemberitaan infotainment adalah apabila narator menyampaikan perkataan yang sangat mulia dan dalam perkataan yang diungkapkan dibarengi dengan rasa hormat, mengagungkan, dan bertata krama karena memang berhubungan dengan orang yang lebih tua.
Kesimpulan
Setelah menguraikan pokok-pokok permasalahan yang berjudul “Problematika Infotainment (Tayangan Infotainment Sebagai Media Dakwah)” maka penulis menarik kesimpulan bahwa tayangan infotainment tidak dapat disangkal lagi bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh tayangan infotainment, sangat besar tidak hanya berkorelasi pada masalah moral, akidah bahkan ekonomi.
Meskipu tayangan infotainment lebih identik dengan gosip yang bersifat ghibah namun tayangan tersebut juga memiliki nilai positif pada khlayak apabila menanamkan pesan-pesan dakwah di dalamnya.
Oleh karena itu dampak tayangan infotainment yang memberitakan artis sebagai pusat tren lambat laun akan diimitasi dan diadopsi pola kehidupannya oleh khalayak. Tak hanya dari segi busana, penampilan dan gaya hidup, bahkan pula sikap dan perilaku sehari-hari.
Pemanfaatan tayangan infotainment sebagai sarana dakwah tidak terlepas dari prinsip-prinsip komunikasi dengan gaya bicara (qaulan) yang ditanamkan pada tayangan infotainment, seperti qaulan layyinan, qaulan sadidan, qaulan maysuran, qaulan baligha, qulan ma’rufa, dan qulan karima.
Dengan hal tersebut dapat menjadikan tayangan infotainment sebagai tayangan yang berkualitas dan sebagai sarana dakwah ke depannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ikhwan-1-262020.jpg)