Breaking News:

Khazanah Sejarah

Dari Masyarakat Seragam Menuju Komunitas Pusparagam

Ditulis Ahmad M Sewang, Guru Besar UIN Alauddin Makassar dan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidad (IMMIM)

TRIBUN TIMUR/DESI TRIANA ASWAN
Prof Dr Ahmad M Sewang MA 

Jika anak melarang baca buku tertentu. Mungkin anak itu akan semakin penasaran mencarinya di perpustakaan.

Teologi Muktazilah sekarang, justru dipelajari di universitas. Setelah dipelajari banyak mahasiswa baru sadar bahwa Muktazilah dibenci tetapi ajarannya diamalkan sehari-hari dalam berprilaku.

Gubernur Sulsel Tegaskan Mal Ditutup

Ini namanya tidak konsisten. Apakah akan membiarkan diri kita terus-menerus tidak konsisten?

Ada seorang ulama bijak menelepon penulis bahwa metode pengajaran tahun 60- an di atas adalah sisa-sisa pengaruh abad pertengahan.

Ternyata, jika kita kembali, seperti baru terjadi G30S dahulu, didapati dua masjid berdekatan, masing-maing melaksanakan salat berdasarkan aliran mazhab atau organisasi masing-masing.

Dekade terakhir tahun ini mulai muncul pikiran baru lebih mencari titik temu antara paham yang berbeda daripada titik perbedaan.

Penulis ikuti sepanjang Ramadan kemarin terdapat beberapa diskusi online yang sama.

Penulis empati pada diskusi yang mencari titik temu semcam ini. Sebab jika titik perbedaan yang dicari, pasti sampai kiamat tidak akan selesai.

Sebab satu paham dalam satu komunitas saja pasti ditemukan perbedaan.

Menurut hukam, semakin tinggi ilmu seseorang berbanding lurus dengan sikap kerendahan hatinya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved