Cak Nun
Najwa Shihab Sampai Bengong, Cak Nun Sebut Hina Jika ke Istana Penuhi Panggilan Presiden Berkuasa
Tokoh sentral Reformasi, Cak Nun mundur dari politik saat ini malah sebut Hina Jika ke Istana Penuhi Panggilan Presiden di depan Najwa Shihab
Selain itu, Cak Nun menilai sesuai dengan bentuk pemerintahan negara republik dan demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat seutuhnya.
Artinya Presiden yang notabene sebagai orang yang diangkat oleh rakyat untuk menjadi Presiden erupakan karyawan kontrak
"Lo, Presiden kan outsorsing, buruh 5 tahun," katanya disambut tawa peserta.
Dia menambahkan, untuk saat ini di matanya Pemerintah tidak memberikan perlindungan kepada rakyatnya.
VIRAL Pesan WhatsApp (WA) Mamah Dedeh Meninggal, ini Jawabannya saat Ditelepon Ustaz Yusuf Mansur
Fakta Sebenarnya Billy Syahputra Mau Jual Rumah Warisan Olga Syahputra, Ayah Marah: Seenaknya Aja Lu
Dulu Cuma Ajudan Veronica Tan, Mewahnya Hidup Puput Nastiti Devi Kini Dinikahi Ahok Bos Pertamina
Makanya hal itu membentuk karakter kuat masyarakat Indonesia karena tidak ada perlingdungan.
"Orang Indonesia kenapa kuat kenapa hebat? karena tidak ada perlindungan dari negara dan pemerintah. Pemerintah banyak ngancam kepada penduduknya"
"Maka bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat tangguh karena cari duit sendiri, berlindung sendiri," jelasnya disambut tepuk tangan riuh penonton.
Profil Cak Nun
Budayawan sekaligus tokoh intelektual, Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun,mengungkapkan sosok presiden yang pantas untuk memimpin Indoneisa dalam kurun waktu lima tahun.
Ia menyebut sosok presiden yang ideal untuk Indonesia saat ini adalah pemimpin yang memiliki kesanggupan membawa Indonesia ber-husnul khatimah.
Dilansir dari Tribunnews, baginya siapa pun yang akan terpilih menjadi presiden, lanjut Cak Nun, tidak akan menelantarkan rakyatnya atau justru menjadi pelengkap penderita.
Pemikiran Cak Nun ini ia sampaikan melalui situs resminya, www.caknun.com, Sabtu (30/3/2019).
"Presiden yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia periode 2019-2024 adalah Pemimpin yang punya kesanggupan membawa Indonesia ber-husnul khatimah," tulis Cak Nun.
"Jangan sampai bangsa Indonesia, terutama rakyat kecil di strata bawah, akan semakin berposisi “pelengkap penderita” dan menjadi korban kamuflase-kamuflase elite politik nasional maupun global," lanjutnya.