Update Corona Bulukumba

Babak Baru Bantuan Covid-19 di Dinsos Bulukumba, Polisi Temukan Indikasi Korupsi

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba, telah dipanggil oleh Unit Tipikor Polres Bulukumba untuk memberikan klarifikasi.

firki/Tribunbulukumba.com
Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba, Syarifuddin telah dipanggil oleh Unit Tipikor Polres Bulukumba untuk memberikan klarifikasi.

Pasalnya, penggunaan anggaran bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 1,9 miliar untuk warga terdampak Covid-19, menjadi riak di masyarakat.

Hal tersebut setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, melakukan kunjungan di kantor Dinsos.

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba Muhammad Bakti, menilai ada kejanggalan dalam proses pendistribusian bantuan itu.

Pasalnya, bantuan yang diketahui DPRD adalah beras sebanyak 15 kilogram, namun ternyata berubah menjadi gula sebanyak 2 liter.

Kejadian itu sontak menjadi perhatian polisi. Dan benar saja, ada indikasi dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta.

Mantan kapolres Takalar itu menjelaskan, bahwa diduga telah terjadi mark up anggaran pada pengadaan bahan pokok yang dibagikan ke masyarakat.

Dari anggaran Rp 1,9 miliar yang bersumber dari APBD Bulukumba untuk bantuan sosial penanganan Covid-19, polisi menemukan kerugian negara kurang lebih Rp 400 juta.

”Ada niatan orang-orang dalam pelaksanaan kegiatan di Dinsos Bulukumba ini yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian Rp 400 juta lebih dari anggaran sebesar Rp 1,9 Miliar,” tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved