Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelantikan Rektor UNM

Resmi Dilantik Rektor UNM 2020-2024, Prof Husain Syam: Ini Beban Besar

Prof Husain Syam resmi dilantik sebagai rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2020-2024, Senin (18/5/2020).

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Istimewa
Prof Husain Syam resmi dilantik sebagai rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2020-2024, Senin (1852020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Prof Husain Syam resmi dilantik sebagai rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2020-2024, Senin (18/5/2020).

Ini merupakan pencapaian tersendiri bagi Guru Besar Fakultas Teknik itu lantaran secara resmi mengemban tugas dua periode berturut-turut sebagai rektor.

Tak hanya itu, Prof Husain yang juga mantan Dekan Fakultas Teknik UNM ini mencatatkan sejarah tersendiri di UNM.

Yakni saat proses pemilihan, Rabu (15/4/2020) lalu, ia berhasil meraih 100 persen suara.

Pemilihan rektor UNM saat itu dilakukan secara online dengan menggunakan sistem e-votting.

Ini adalah pemilihan tahap 2 yang diikuti 3 calon.

Mereka adalah Prof Husain Syam, Prof Ramli Umar, dan Tuti Supatminingsih.

Dari hasil rekapitulasi sebanyak 95 suara, 33 diantaranya atau 35% suara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, serta 62 suara atau 65% dari Senat UNM.

Dari akumulasi suara ini, Prof Husain Syam merebut semua suara dan tidak menyisakan satupun untuk dua calon lainnya.

"Ini sebuah sejarah dan juga menjadi bukti bahwa kita semua bersatu di civitas akademika, bahkan suara kementerian juga bersatu artinya bahwa momen ini menunjukan bahwa memang kita ingin bersatu membawa UNM lebih baik dibawa kepemimpinan Prof Husain Syam sebagai rektor," ucap Ketua Senat UNM, Dr Sulaeman Samad.

Sementara itu Prof Husain menganggap raihan suara sempurna ini memberikannya beban yang cukup besar.

Hal ini cukup beralasan, lantaran menurutnya di periode kedua ini dengan dukungan suara penuh membuatnya harus lebih bekerja keras lagi mewujudkan harapan-harapan yang dititipkan kepadanya.

"Betapa pencapaian dengan dukungan 100 persen melebihi dari bobot atau nilai kalau aklamasi itu bukan berarti senang semata, senang sih tapi yang ada itu bahwa betapa harapan seluruh civitas akademika, betapa harapan kementerian mewakili pemerintah republik indonesia itu sungguh-sungguh dibebankan kepada saya," terangnya.

"Tentu sebagai orang yang bertanggung jawab, yang memandang bahwa ini amanah dan disana ada harapan maka saya tentu tidak dalam posisi nyaman tapi saya harus mewujudkan harapan itu Insya Allah," tambahnya.

Olehnya ia berharap semua pihak yang mendukungnya dalam pemilihan kembali saling mendukung dalam kerja-kerja di periode kepemimpinan yang berjalan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved