Ramadhan 1441 H
Digelar Virtual, Festival Ramadhan Kerabat Belawa Diikuti Peserta hingga dari Australia
Warga punya cara guna tetap memeriahkan Ramadhan di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19. Festival Ramadhan yang dulunya selalu digelar di masjid
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Edi Sumardi
“Walau dari daerah lain, tapi mereka orang Belawa dan passompe (perantau),” kata dia.
Upload Video di Facebook
Bagaimana cara ratusan peserta itu mengikuti lomba secara virtual?
Wardyah Razak Kambolong menjelaskan, peserta cukup meng-upload video durasi minimal 3 menit dan maksimal 5 menit berisi rekaman saat azan atau tadarus (video offline).
Khusus tadarus, surah yang dibaca adalah surah Al An’am.
Peserta bebas memilih ayat berapa saja dari 165 ayat.
Setelah peserta merekam tadarusnya atau azannya, lalu meng-upload di grup Facebook Kerabat Belawa (KRB) yang memiliki 15 ribu anggota.
Juri yang terdiri Ustadz Abdul Razak Kambolong, Ustadz Abdul Rahman, Ustadzah Aisya S, Ustadzah Sitti Hasma, Ustadz Jamaluddin menilai siapa saja peserta akan lolos ke babak selanjutnya hingga terpilih menjadi juara I, II, atau III.
Peserta yang lolos ke babak selanjutnya diberi kesempatan untuk melakukan siaran langsung (live) di depan juri.
Dalam menilai setiap peserta lomba, juri menetapkan kriteria penilaian.
Pada lomba azan, kriteria penilaian terdiri makhraj, suara dan lagu, adab.
Pada lomba tadarus, kriteria penilaian terdiri tajwid, makhraj, suara dan lagu, adab tilawah.
Rencananya, Muhammad Humaedi Hatta hafiz juara internasional, imam Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf akan menjadi salah satu Juri Peninjau pada babak final lomba Tadarrus.
“Finalnya, akan dilaksanakan tanggal 19 Mei,” kata Wardyah sekaligus aktivis pemberdayaan masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/festival-ramadhan-kerabat-belawa-1-1752020.jpg)