Ramadhan 1441 H
Digelar Virtual, Festival Ramadhan Kerabat Belawa Diikuti Peserta hingga dari Australia
Warga punya cara guna tetap memeriahkan Ramadhan di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19. Festival Ramadhan yang dulunya selalu digelar di masjid
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Edi Sumardi
SENGKANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Warga punya cara guna tetap memeriahkan Ramadhan di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Festival Ramadhan yang dulunya selalu digelar di masjid, kini berubah platform, digelar secara virtual seiring dengan dibatasinya aktivitas masyarakat di luar rumah untuk mencegah penularan Virus Corona.
Hal itulah dilakukan simpul masyakarat bernama Kerabat Belawa.
Kerabat Belawa atau KRB merupakan paguyuban orang Kecamatan Belawa dan warga Kehormatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang masih berada di Belawa maupun di tanah rantau.
Ada sekitar 15 ribu anggotanya.
Sejak, Rabu (6/5/2020) atau 13 Ramadhan 1441 H, Kerabat Belawa menggelar Festival Ramadhan Kerabat Belawa se-Nusantara dan Luar Negeri.
Rencananya, festival secara virtual ini akan berakhir pada Selasa (19/5/2020) atau 26 Ramadhan 1441 H.
Saat ini memasuki babak final.
Peserta memperebutkan hadiah berupa piala dan uang pembinaan dari para sponsor.
Dalam Festival Ramadhan ini, ada 2 kegiatan utama, yakni lomba azan dan lomba tadarus.
Kedua lomba itu dibagi lagi dalam 2 kategori berdasarkan kelompok usia, yakni kategori anak-anak dengan kategori remaja atau dewasa.
Karena ini digelar secara virtual pesertanya pun banyak dan datang dari berbagai provinsi hingga lintas negara.
Boleh dibilang ini festival internasional skala kecil.
Sekretaris Panitia Festival Ramadhan Kerabat Belawa se-Nusantara dan Luar Negeri, Wardyah Razak Kambolong mewakili Ketua Panitia, Ansar Messa menyebutkan, dari daerah mana peserta lomba yang berjumlah sekitar 150 orang.
“Dari seluruh Nusantara, Sabang sampai Merauke dan benua lain, Australia,” kata Wardyah Razak Kambolong.
“Walau dari daerah lain, tapi mereka orang Belawa dan passompe (perantau),” kata dia.
Upload Video di Facebook
Bagaimana cara ratusan peserta itu mengikuti lomba secara virtual?
Wardyah Razak Kambolong menjelaskan, peserta cukup meng-upload video durasi minimal 3 menit dan maksimal 5 menit berisi rekaman saat azan atau tadarus (video offline).
Khusus tadarus, surah yang dibaca adalah surah Al An’am.
Peserta bebas memilih ayat berapa saja dari 165 ayat.
Setelah peserta merekam tadarusnya atau azannya, lalu meng-upload di grup Facebook Kerabat Belawa (KRB) yang memiliki 15 ribu anggota.
Juri yang terdiri Ustadz Abdul Razak Kambolong, Ustadz Abdul Rahman, Ustadzah Aisya S, Ustadzah Sitti Hasma, Ustadz Jamaluddin menilai siapa saja peserta akan lolos ke babak selanjutnya hingga terpilih menjadi juara I, II, atau III.
Peserta yang lolos ke babak selanjutnya diberi kesempatan untuk melakukan siaran langsung (live) di depan juri.
Dalam menilai setiap peserta lomba, juri menetapkan kriteria penilaian.
Pada lomba azan, kriteria penilaian terdiri makhraj, suara dan lagu, adab.
Pada lomba tadarus, kriteria penilaian terdiri tajwid, makhraj, suara dan lagu, adab tilawah.
Rencananya, Muhammad Humaedi Hatta hafiz juara internasional, imam Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf akan menjadi salah satu Juri Peninjau pada babak final lomba Tadarrus.
“Finalnya, akan dilaksanakan tanggal 19 Mei,” kata Wardyah sekaligus aktivis pemberdayaan masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/festival-ramadhan-kerabat-belawa-1-1752020.jpg)