CITIZEN REPORT

Puja Bakti Trisuci Waisak 2564 BE Diperingati Secara Daring

Hari Trisuci Waisak adalah Tahun Baru Buddhis dan sebagai hari Buddha yang memperingati tiga peristiwa agung berkenaan kehidupan Sang Buddha Gotama

Dokumen Miguel Dharmadjie
Umat Buddha melakukan Puja Bakti Trisuci Waisak 2564 BE/2020 yang jatuh pada Kamis (7/5/2020) pukul 18.44.51 wita (detik-detik Waisak 2564 BE) di rumahnya 

Laporan: Miguel Dharmadjie ST CPS®
Penyuluh Agama Buddha Non-PNS
Melaporkan dari Kota Makassar

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Puja Bakti Trisuci Waisak 2564 BE/2020 yang jatuh pada Kamis (7/5/2020) pukul 18.44.51 wita (detik-detik Waisak 2564 BE) diperingati umat Buddha Indonesia secara daring karena wabah Covid-19.

Pelaksanaan Puja Bakti Trisuci Waisak 2564 BE itu diadakan di rumah masing-masing sebagai dukungan atas imbauan pemerintah untuk menjaga kesehatan bersama dengan menjaga jarak fisik dan melakukan aktifitas sehari-hari di rumah, salah satunya ibadah.

Imbauan ini untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19.

Puja Bakti dan Meditasi Detik-Detik Waisak 2564 BE diperingati umat Buddha Indonesia dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan media sosial seperti Youtube, Facebook dan Instagram yang melaksanakan live streaming.

Lionel Messi dkk Mulai Latihan, Real Madrid Tunggu Hasil Tes Covid-19

Cristiano Ronaldo Tak Bisa Lihat Teman Susah, Kiper Juventus: CR7 Pemain Hebat Sejati

Kegiatan ini diadakan berbagai vihara di Tanah Air.

Salah satu live streaming Puja Bakti dan Meditasi Detik-Detik Waisak yang banyak diikuti umat Buddha adalah yang diadakan oleh Vihara Mendut yang terletak di Magelang, Jawa Tengah mulai pukul 17.00 s/d 19.00 WITA.

Pesan Dhamma Hari Trisuci Waisak 2564 BE. / 2020 dibawakan oleh Sanghapamokkha Sangha Theravada Indonesia, YM Sri Pannavaro, Mahathera yang menyampaikan pesan Guru Agung Buddha Gotama untuk menghadapi penderitaan.

Pertama, jangan berbuat buruk. Menjaga diri adalah tanggung jawab moral semua orang.

Untuk itu setiap orang hendaknya mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan ceroboh yang dapat membuat penderitaan bagi makhluk lain, orang lain dan dirinya sendiri.

Kedua, banyaklah melakukan kebajikan karena kebajikan itu menentramkan hati. Kebajikan hendaknya dilakukan dengan ketulusan hati dan tanpa pamrih.

Terakhir, siaplah menerima perubahan. Perubahan adalah corak dan hakikat yang tidak mungkin dihindari.

Kita harus menerima perubahan karena kita tidak bisa menghentikan perubahan.

Seusai Pesan Dhamma, Sanghapamokkha memimpin Meditasi Detik-Detik Waisak yang diikuti oleh umat di seluruh tanah air secara khusuk dan khidmat.

Hari Trisuci Waisak adalah Tahun Baru Buddhis dan sebagai hari Buddha yang memperingati tiga peristiwa agung berkenaan kehidupan Sang Buddha Gotama yang terjadi dalam bulan Vaisak: kelahiran Pangeran Siddharta Gotama di Taman Lumbini (623 SM), Petapa Gotama mencapai keBuddhaan dan menjadi Sang Buddha di Bodh Gaya (588 SM) dan Sang Buddha Gotama Mangkat atau ber-Parinibbana (543 SM). (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved