Rumah Ramadhan
Menjaga Keseimbangan Hati
Cinta menuntut kesetiaan. Kesetiaan itu menuntut pecinta menepati janji-janjinya, memelihara kekasihnya serta nama baiknya.
Saling memahami hak dan kewajiban keduanya.
Ketimpangan dan ketidak adilan dalam keluarga adalah akibat tidak seimbangnya antara hak dan kewajiban itu.
• Ini Prosedur Pemberian Kuota Rp 50 Ribu ke Mahasiswa UNM
Selalu menuntut haknya tapi melupakan kewajibannya. Menuntut pasangan menjalankan kewajiban tapi ia lupa memenuhi haknya, timpang.
Ketimpangan itu akibat hilang keseimbangan, kondisi yang demikian mengancam masa depan rumah tangga.
Islam mengajarkan kita untuk mendahulukan hak kemudian kewajiban, suami harus tahu hak-hak istrinya sebelum menuntut menjalankan kewajiabannya.
Kalau suami hanya tahu menuntut istri menjalankan kewajiban lalu lupa haknya menjadikan hubungan mereka tidak seimbang.
Memahami hak dan kewajiban suami istri melahirkan harmonisasi, adil, pembagian tanggung jawab yang proporsional.
Mendialogkan agenda-agenda keluarga dengan azas musyawarah.
• VIDEO: Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa Ubah Lafal Azan
Pandangan-pandangan suami dan istri tertuang untuk menemukan kesepakatan yang serasa.
Hal inilah yang kadang diabaikan, suami mengambil keputusan sendiri, sebaliknya istri juga kadang mengambil keputusan tanpa melibatkan suaminya.
Padahal keputusannya itu berdampak terhadap kelanggengan rumah tangga mereka.
Untuk menciptakan keseimbangan-keseimbangan itu, dimulai dari kesiapan dari hati.
Keseimbangan mencintai dirinya, pasangan dan anggota keluarga lainnya. Bagian ini penting dalam berkeluarga.
Sifat hati yang bolak balik itu kadang lahirkan kebimbangan, maka perlu kemampuan menjaga keseimbangan hati. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengamat-politik-uin-alauddin-makassar-firdaus-muhammad.jpg)