Kolom Ahmad M Sewang
Kelemahan Dahlan Iskan
Ditulis Ahmad M Sewang, Guru Besar UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidad (IMMIM)
Oleh: Ahmad M Sewang
Guru Besar UIN Alauddin Makassar - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidad (IMMIM)
Dahlan Iskan, pernah jadi menteri. Pemilik salah satu grup media besar ini termasuk orang kaya di Indonesia.
Kekayaannya konon bisa membiayai tujuh turunan.
Tetapi kelemahannya, tak seorang pun yang tahu, kecuali Dahlan Iskan sendiri dan orang yang mengikuti acara Mata Najwa yang disiarkan di Universitas Syah Kuala, Banda Aceh, enam tahun lewat.
Dahlan Iskan sendiri membeberkan kelemahannya itu.
Menurutnya sebagai wartawan, ia banyak tahu informasi, satu-satunya yang beliau tidak tahu adalah dirinya sendiri.
• Dua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Pilih Jadi Mualaf, Sempat Ragu Disunat
• Keren, Bocah Ini Berani Lawan Khabib Nurmagomedov. Lihat Videonya
Tanggal bulan kelahirannya masih misteri. Sedang tahun kelahirannya hanyalah perkiraan.
Menurut Iskan, waktu lahir kakaknya mencatat tanggal lahirnya di belakang pintu lemari makan.
Tetapi, ketika keluarga Iskan ditimpa kemiskinan, hampir semua barang dijual, termasuk lemari makan tadi.
Membuat Iskan kecil bertanya ke sana ke mari tentang tanggal lahirnya. Padahal tanggal kelahiran itu penting untuk masuk sekolah, cari kerja dan paling penting kawin.
Masa ingin kawin tak ada tanggal kelahiran di akte nikah. Suatu waktu Bapaknya ditanya, beliau hanya menjawab singkat ketika Gunung Kelud meletus.
Kapan meletus? Diperoleh informasi perkiraan tahun 1951. Tanggal dan bulannya belum diketahui.
Itu sebabnya Dahlan Iskan sampai sekarang hanya mengetahui tahun kelahirannya, sedang tanggal dan bulan masih dalam misteri.
Untuk menemukan kesempurnaan dirinya, beliau merekayasa, lahir 17 Agustus 1951.
Beliau sadar ini adalah rekayasa positif agar memudahkan masuk sekolah, kerja, dan paling penting mulus kawin.
Semoga tidak termasuk manipulasi, karena tujuannya hanya untuk semata-mata memudahkan, bukankah Nabi memerintahkan, "Mudahkanlah dan jangan mempersulit."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-m-sewang-ma-8.jpg)