Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Luwu Utara

Bupati Luwu Utara Datangi Rumah Santri Positif Covid-19, Berikan Semangat dan Edukasi

Suasana haru menyelimuti kunjungan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, ke rumah dua Orang Tanpa Gejala (OTG) positif Virus Corona

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Suryana Anas
Humas Pemkab Lutra
Rombongan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengunjungi rumah salah satu Orang Tanpa Gejala (OTG) positif terpapar Covid-19 di Desa Banyu Urip, Kecamatan Bone-bone, Luwu Utara, Sulsel, Kamis (3042020). 

TRIBUNLUTRA.COM, BONE-BONE - Suasana haru menyelimuti kunjungan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, ke rumah dua Orang Tanpa Gejala (OTG) positif Virus Corona atau Covid-19 di Desa Banyu Urip dan Desa Sidomukti, Kecamatan Bone-bone, Kamis (30/4/2020).

Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan sengaja datang melihat langsung kondisi OTG yang merupakan santri Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Besse A Pabeangi, Kepala Dinas Kesehatan Andi Muhammad Nasrum, dan Kepala Pelaksana BPBD Muslim Muchtar.

Pada kesempatan itu, Indah memberikan semangat dan memastikan santri bersama orangtuanya menjalani karantina mandiri selama 14 hari ke depan dengan pengawasan tim medis.

"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan disiplin melakukan karantina mandiri dengan tetap di rumah saja. Jangan stres, karena itu akan membuat imun kita turun sehingga rentan terpapar virus. Jangan ragu menghubungi kami dan petugas jika ada keluhan atau ada yang bapak ibu butuhkan," ucap Indah kepada orang tua santri via rilis Humas, Jumat (1/5/2020) pagi.

Indah menyebutkan, kendati Covid-19 bukan aib, tapi cukup banyak ditemukan perlakuan yang tidak seharusnya terhadap penderita, bahkan juga keluarganya.

Seperti dikucilkan hingga ditolak di lingkungan tempat tinggalnya.

Untuk itu, Indah berharap, masyarakat dapat membangun solidaritas sosial di tengah pandemi ini.

"Solidaritas sosial masyarakat sangat kita butuhkan, sama-sama memahami bahwa Covid-19 ini bukan aib. Orang yang positif tidak untuk dikucilkan dan dijadikan stigma, tapi diberi semangat sebab yang sekarang kita butuhkan adalah welas asih. Terlebih santri merupakan OTG klinis, bayangkan kalau itu keluarga kita," terang Indah.

Ia menambahkan, dua kasus OTG positif yang baru terkonfirmasi merupakan cluster Temboro.

Sehingga ia mengimbau masyarakat jujur dalam memberikan informasi.

"Virus ini tidak berpindah sendiri, tapi manusia yang memindahkan. Tugas kita adalah selain mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja, kita diharapkan jujur dalam memberikan informasi, utamanya jika kita baru tiba dari daerah terpapar maupun transmisi lokal," jelas dia.

Sebelum pamit, Indah dan rombongan memberi semangat dengan tepukan tangan.

Dalam kunjungan ini, diketui bahwa baik santri mapun orangtuanya kooperatif dan siap melaksanakan karantina mandiri di rumah.

Sebelumnya, dua OTG berinisian HF dan KI di Kecamatan Bone-bone terkonfirmasi positif Covid-19.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved