Update Corona Indonesia
Pelatihan Petugas Haji Kemenag Jadi Klaster Terbanyak Corona Jatim, Inilah Akibatnya Sekarang
Semoga jadi pelajaran agar tidak lagi berkumpul. Acara pelatihan Petugas Haji Kemenag Jawa Timur jadi klaster terbesar positif Covid-19
Sementara di Lamongan, dari 10 pasien positif, 8 orang adalah berasal dari klaster pelatihan haji di Surabaya.
"Dari 8 orang tersebut, hasil tracing kami 6 orang adalah dari kelompok petugas kesehatan haji Indonesia dan 2 orang dari kelompok tim pembina haji Indonesia," kata Kohar.
Sementara, dua pasien lainnya satu orang adalah pasien yang sebelumnya sudah memiliki penyakit penyerta dan satu lagi adalah teman dari peserta pelatihan petugas kesehatan haji di Asrama Haji Surabaya.
Pelatihan petugas haji tersebut digelar selama 9 hari di beberapa kelas oleh sejumlah pengajar.
Dari salah satu kelas, ada dua pengajar yang sakit dan ternyata mereka positif Covid-19.
Untuk itu pihaknya melakukan tracing terhadap peserta lainnya.
Kohar mengatakan ada peserta yang melakukan isolasi mandiri setelah mengetahui pengajar di pelatihan tersebut positif Covid-19.
Pasien positif dari Ponorogo hingga Madura Lihat Foto Ilustrasi pasien terinfeksi virus corona(Shutterstock) Salah satu peserta pelatihan yang positif corona adalah warga Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.
Saat ini pasien sudah diisolasi di ruang khsusu RSD dr Koesnadi. Peserta yang positif corona juga berasal dari Pamekasan, Madura.
Ada dua peserta pelatihan dan semuanya berstatus PDP karena sakit. Salah satu dari mereka dirawat sejak 1 April 2020 dan dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (5/4/2020).
Sementara di Ponorogo, dari sembilan peserta pelatihan haji, tiga orang dinyatakan positif corona.
Mereka dirawat di RSUD dr Hardjono Ponorogo sejak sepekan terakhir.
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dalam pers rilis yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2020) mengatakan ada sekitar 24 orang yang melakukan kontak dengan tiga pasien tersebut.
Dari 24 orang itu, 3 orang berstatus PDP.
Sedangkan di Jember, dari delapan peserta pelatihan di Surabaya, dua orang berstatus pasien dalam pengawasan di RSD dr Soebandi.