Banjir di Lamasi Luwu
Banjir di Lamasi Timur Luwu, Camat Ungkap Ada 4 Rumah Hanyut
Itu diperparah dengan meluapnya air Sungai Pompengan dan jebolnya tanggal di sejumlah titik.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNLUWU.COM, LAMASI TIMUR - Sebanyak empat rumah dilaporkan hanyut akibat banjir yang melanda Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Informasi ini disampaikan oleh Camat Lamasi Timur, Mulianto.
" Data sementara empat rumah yang hanyut," kata Mulianto, Jumat (3/4/2020).
Menurut dia, banjir yang menerjang wilayahnya akibat intensitas hujan yang begitu tinggi.
Itu diperparah dengan meluapnya air Sungai Pompengan dan jebolnya tanggal di sejumlah titik.
"Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan air sungai meluap. Ditambah ada tanggul jebol di Pelalan, Pompengan Utara, Pompengan, dan Pompengan Tengah," sebut Mulianto.
Dilaporkan sebelumnya, sembilan desa di Lamasi Timur semuanya terendam.
Desa Bulolondong, Pompengan, Pompengan Pantai, Pelalan, Pompengan Tengah, Pompengan Utara, Salupao, Seriti, dan To'lemo.
Banjir terbilang parah, di beberapa titik ketinggian air bahkan mencapai atap rumah warga.
"Ada sembilan desa terendam. Sisa Desa Seriti dan Desa Salupao yang tidak terlalu parah dampaknya," kata salah seorang pendamping desa, Arif Mande.
Dia menyebutkan, banjir mulai melanda Lamasi Timur pada Kamis (2/4/2020) malam.
Arif menambahkan, banjir terparah terjadi di Desa Pompengan Utara.
Bahkan menurut dia, rumah salah satu kepala dusun hanyut terbawa derasnya arus banjir.
"Siang ini air mulai surut. Kalau warga masih mengungsi ke tempat yang tidak begitu parah," katanya.
Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/menerjang-seluruh-wilayah-kecamatan-lamasi.jpg)