OPINI

Bijak Menghadapi Covid-19

Ditulis Firzan Nainu, Tim Satgas Covid-19 Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

Dokumen Firzan Nainu
Firzan Nainu 

Pada kondisi saat ini, jalan tercepat adalah melalui drug repurposing, suatu upaya untuk menemukan kandidat anti-Covid-19 dari obat-obatan yang telah tersedia di database.

Proses ini dimulai dari pengujian awal pada tingkat bioinformatika (in silico) maupun kultur sel (in vitro).

Setelah itu kemudian diperlukan pengujian lanjutan termasuk uji klinis pada manusia untuk dapat memastikan efikasi dan keamanannya.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Wang dkk, terlihat bahwa klorokuin dan remdesivir dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur sel.

Aktivitas antivirus klorokuin disinyalir melalui penghambatan pelepasan partikel virus dari endosom dan penurunan glikosilasi ACE2 sehingga mencegah infeksi sel oleh SARS-CoV-2.

Adapun remdesivir beraksi melalui penghambatan replikasi RNA virus.

Hasil tersebut diterbitkan pada tanggal 4 Februari 2020 di jurnal Cell Research dan telah mendorong berbagai penelitian lanjutan termasuk uji klinis klorokuin dan remdesivir di Amerika dan beberapa negara lainnya.

Pada masa pandemi seperti ini, kabar apapun akan sangat dinanti. Berita bahwa kedua obat di atas dapat digunakan sebagai antivirus melawan SARS-CoV-2/Covid-19 langsung tersebar di Indonesia.

Berbeda dengan remdesivir yang masih belum tersedia di pasaran, klorokuin telah ada sejak lama sebab merupakan obat anti-malaria yang banyak digunakan di Indonesia.

Sudah bisa ditebak, obat ini akhirnya menjadi buruan masyarakat. Namun, perlu diketahui bahwa klorokuin dimasukkan ke dalam kategori obat keras dan harus digunakan dengan resep dokter.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved