OPINI

Bijak Menghadapi Covid-19

Ditulis Firzan Nainu, Tim Satgas Covid-19 Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

Dokumen Firzan Nainu
Firzan Nainu 

Oleh: Firzan Nainu
Tim Satgas Covid-19 Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

SEJAK penghujung tahun 2019 hingga saat ini, masyarakat dunia tengah diancam pandemi Coronavirus disease (Covid)-19.

Secara global, jumlah pasien yang terkonfirmasi menderita Covid-19 mencapai 800 ribu dengan tingkat kematian sekitar 4,5%.

Covid-19 disebabkan oleh virus corona yang bernama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Virus ini diketahui menyerang sistem pernapasan dan pada beberapa kasus, sistem pencernaan.

Respon yang tampak pada penderita sangat bervariasi. Mulai dari tanpa gejala (asimptomatik) hingga pada yang memiliki gejala seperti demam, batuk, sesak napas, bahkan pneumonia.

Saat tulisan ini dibuat, belum ada vaksin dan obat yang telah dinyatakan secara resmi oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika sebagai sediaan anti-Covid-19.

Dengan ketiadaan vaksin dan obat anti-Covid-19, penggunaan obat-obat antivirus yang telah tersedia, seperti misalnya Oseltamivir dan Favipiravir (obat anti influenza) serta Darunavir dan Atazanavir (obat anti-HIV) adalah satu dari sekian pilihan terapi terbaik yang kita miliki saat ini.

Tentang klorokuin

Proses penemuan obat merupakan proses yang kompleks. Pengujian yang dilakukan pada kandidat obat pun bertingkat-tingkat.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved