Pemerintah Terapkan Larangan Masuk Indonesia Orang yang Datang dari 11 Negara Ini, Termasuk China

Pemerintah Terapkan Larangan Masuk Indonesia Orang yang Datang dari 11 Negara Ini, Termasuk China

Shutterstock
Pemerintah Terapkan Larangan Masuk Indonesia Orang yang Datang dari 11 Negara Ini, Termasuk China 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Terapkan Larangan Masuk Indonesia Orang yang Datang dari 11 Negara Ini, Termasuk China

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengeluarkan kebijakan melarang masuk para pendatang dari Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss dan Inggris.

Larangan ini ditunjukkan bagi para pendatang yang dalam 14 hari sebelumnya memiliki riwayat perjalan ke negara tersebut.

Kebijakan ini mulai berlaku pada hari Jumat (20/3/2020) pukul 00.00 WIB.

TERNYATA Penyebaran Corona Lebih Lama Dibanding Virus SARS, Bisa Sampai 20 Hari

Daftar Istilah-istilah Beserta Artinya Terkait Virus Corona, Agar Tidak keliru & Sebagai Antisipasi

Sebelumnya, Kementrian Luar Negeri sudah melarang para pendatang dari China, Iran, Korea Selatan dan Italia untuk masuk ke Indonesia.

Hingga saat ini kebijakan tersebut masih berlaku untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia.

"Pertama kebijkan terhadap RRT masih berlaku sesuai dengan pernyataan Menteri Luar Negeri tanggal 2 Februari dan Permenkumham nomor 7 tahun 2020."

"Kedua kebijakan terhadap Korea Selatan untuk Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk masih sesuai pernyataan Menteri Luar Negeri tanggal 5 Maret 2020."

"Ketiga pendatang atau travelers yang dalam waktu 14 hari terakhir berkunjung ke negara di bawah ini tidak diijinkan masuk atau transit ke Indonesia negara-negara tersebut adalah Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss dan Inggris."

"Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Jumat 20 Maret 2020 pukuk 00.00 WIB. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai perkembangan," ujarnya dilansir melalui YouTube Kompas TV, Jumat (20/3/2020).

Halaman
123
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved