Pembunuhan di Luwu Utara
Pelaku Pembunuhan Mariatun di Luwu Utara Belum Ditangkap, Anaknya Masih Buron
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengatakan, selain belum diamankan, pelaku juga belum diketahui secara persis.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TRIBUNLUTRA.COM, MAPPEDECENG - Pelaku kasus pembunuhan Mariatun (60) di Desa Hasanah, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, belum ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengatakan, selain belum diamankan, pelaku juga belum diketahui secara persis.
"Pelaku kasus pembunuhan masih dalam pencarian siapa pelakunya," kata Syamsul, Kamis (19/3/2020).
Anak Mariatun, Rojikan yang sebelumnya dicurigai juga masih buron.
"Tapi sampai saat ini belum sempurna bukti kuat yang kami miliki yang menunjukan bahwa anak itu adalah pelakunya," kata Syamsul.
Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan luka terbuka di bagian leher pada mayat Mariatun.
Luka tersebut ditemukan saat pihak kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Mappedeceng melakukan pemeriksaan.
"Pada korban ditemukan luka terbuka pada leher dengan kondisi mayat sudah membusuk," kata Syamsul.
Luka yang diduga akibat hantaman benda tajam semakin mayakinkan polisi apabila korban dibunuh.
"Dugaan kita begitu, pembunuhan," katanya.
Saat ini, anak dari korban, Rojikan tengah dalam pengejaran polisi.
Aparat kepolisian dari Polres Luwu Utara menduga, Rojikan sebagai pelaku pembunuhan ibunya sendiri.
Dugaan polisi beralasan, Rojikan ikut menghilang sejak Mariatun dinyatakan hilang.
Rojikan bahkan masih menghilang sampai mayat ibunya ditemukan telah membusuk oleh tetangga di belakang rumahnya.
"Kuat dugaan pelaku anak korban sendiri, karena dia menghilang sejak kejadian ini. Bahkan saat mayat ibunya ditemukan, anak korban menghilang sehingga kecurigaan mengarah ke dia," kata Syamsul.
Selama ini, lanjut Syamsul, korban hanya hidup berdua Rojikan.
"Selama ini mereka memang hanya hidup berdua," katanya.
Dugaan ini semakin diperkuat dengan isu yang berkembang di masyarakat.
"Tapi intinya semua masih penyelidikan," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, mayat seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Mariatun ditemukan membusuk di belakang rumahnya di Desa Hasanah, Senin (16/3/2020) malam.
Selain sudah mengeluarkan bau tidak sedap, mayat pada saat ditemukan dipenuhi belatung.
"Kondisi korban sudah membusuk dan dipenuhi belatung saat ditemukan warga setempat," kata Syamsul.
Syamsul menyebutkan, sebelum mayatnya ditemukan, korban sudah tiga hari tidak terlihat warga setempat.
Begitupun dengan Rojikan, anak korban yang selama ini tinggal bersama, juga tidak terlihat.
Tetangga korban curiga, telah terjadi sesuatu dan melakukan pencarian di sekitar rumah korban.
"Tetangga korban kemudian menemukan mayat dalam lubang dan ditutupi dengan daun pisang kering, di belakang rumah korban sekitar pukul 21.30 Wita tadi malam," tutup Syamsul.
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)