FTI UMI
FTI UMI Mulai Kerja Sama, Dekan Zakir Sabara Jelaskan 7 Mindset Harus Diubah Sambut Kampus Merdeka
Dekan Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia ( FTI UMI ), Zakir Sabara H Wata menjabarkan beberapa langkah menyambut
TRIBUN-TIMUR.COM - Dekan Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia ( FTI UMI ), Zakir Sabara H Wata menjabarkan beberapa langkah menyambut kebijakan Kampus Merdeka ala Mendikbud RI Nadiem Makarim.
Sebagai pengelola peguruan tinggi swasta, Zakir Sabara H Wata merespon positif kebijakan yang menantang pengelola peguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air itu.
Kebijakan Kampus Merdeka kuncinya ada pada inovasi dan kreativitas.
"Dan ini memang momen paling ditunggu, merdeka berkreasi dan berinovasi," Kata Zakir Sabar H Wata kepada Tribun-Timur.com, Senin (18/2/2020).
Dekan pemilik 16 ribu followers di akunnya di Instagram @zakirsabara_h.wata mengatakan hal tersebut sesuai menandatangani MoA (Memorandum of Agreement) antara FTI UMI dengan FTI Universitas Balikpapan ( Uniba ) dan FTI Universitas Islam Indonesia ( UII ), di Balikpapan, Kalimantan Timur ( Kaltim ), Senin siang,
MoA itu terkait dengan kerja sama dalam implementasi berbagai program guna menyambut kebijakan Kampus Merdeka, di FTI UMI, FTI Uniba, dan FTI UII.
Zakir Sabara H Wata menyebutkan sejumlah program akan diimplementasikan ketiga kampus penyelenggara program keinsinyuran di Pulau Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa itu.
"Misalnya pertukaran mahasiswa, pengabdian bersama dan transfer kredit, Program Profesi Insinyur (PPI), serta berbagai program merdeka belajar lainnya," kata Zakir Sabara H Wata.
Seremoni penandatanganan MoA dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan kuliah umum terkait dengan Kampus Merdeka.
Dua hari sebelumya, Sabtu (15/2/2020), di hadapan para wisudawan Sekolah Tinggi Teknologi Industri ( STTI ) Bontang, di Bontang, Kaltim, Zakir Sabara H Wata menyampaikan orasi ilmiah tentang menatap revolusi industri 6.0 dan menyinggung soal Kampus Merdeka.
Kampus Merdeka mengusung konsep inovasi dan kreativitas di perguruan tinggi.
Inovasi dan kreativitas, kata Zakir Sabara H Wata, pada hakikatnya saling menopang dengan basis kecerdasan dan keterampilan.
"Pilar pendukung yang wajib bagi inovasi dan kreativitas tentu saja kemerdekaan atau kebebasan belajar bagi mahasiswa sebagai subjek belajar dengan mengedepankan kompetensi yang berkait dengan komunikasi, kolaborasi, kepedulian, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan logika komputasi," kata Zakir Sabara H Wata.
Guna mewujudkan Kampus Merdeka, hal paling mendasar, kata Zakir Sabara H Wata, mengubah sejumlah mindset.
Antarkampus bukan lagi saling bersaing dan berkompetisi, tapi berkolabosari.
FTI UMI misalnya, membuat slogan sharing is caring, bagaimana FTI UMI bahu-membahu dengan pergruan tinggi lain dalam menjalankan program untuk kepentingan bersama.
"Jika selama ini kita amati bahwa kampus sibuk bersaing dan berkompetisi, maka sudah saatnya kampus berkolaborasi, saling peduli, dan berbagi," kata Zakir Sabara H Wata menyebutkan poin pertama mindset yang harus diubah.
Kedua, bagaimana perguruan tinggi memahami kebutuhan generasi milenial karena mahasiswa adalah generazi Z dan milenial.
Ketiga, perguruan tinggi memang perlu membuka program studi baru dengan kurikulum yang berorientasi masa depan.
Keempat, bagaimana perguruan tinggi berorientasi menghasilkan mahasiswa entrepreneur.
"Orientasi perguruan tinggi perlu diubah dari menghasilkan sarjana siap kerja menjadi sarjana siap cipta, siap inovasi, dan siap jadi menyedia lapangan kerja," kata Zakir Sabara H Wata.
Kelima, pimpinan perguruan tinggi sudah saatnya cepat respon dan cepat beradaptasi dengan perubahan.
Keenam, pengelola perguruan tinggi harus menggunakan cara berpikir baru dan meninggalkan cara lama atau konvensional.
Ketujuh, Zakir Sabara H Wata meminta pengelola berguruan tinggi berhenti berlomba membangun gedung tinggi sebab peradaban kampus bukan diukur dari tingginya gedung.
"Infrastruktur kampus umumnya masih berorientasi pada gedung-gedung tinggi, bukan untuk menunjang kemerdekaan berpikir dan berinovasi," katanya.
Selain menyinggung soal Kampus Merdeka, dalam orasi ilmiahnya, Zakir Sabara H Wata juga mengomparasikan teknologi saat dirinya dirinya diwisuda dengan sekarang.(*)