Pilkades Bulukumba

Kopel Sarankan Tes Balon Kades di Bulukumba Terapkan Passing Grade

Kopel Bulukumba angkat bicara terkait polemik tes bakal calon kepala desa (balon kades), yang bakal dilaksanakan 15 Februari 2020

Kopel Sarankan Tes Balon Kades di Bulukumba Terapkan Passing Grade
Dok Pribadi
Direktur Kopel Bulukumba Muhammad Jafar. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba, Muhammad Jafar, juga angkat bicara terkait polemik tes bakal calon kepala desa (balon kades), yang bakal dilaksanakan 15 Februari 2020 mendatang.

Sebelumnya, tes yang bakal dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD), mendapat protes dari Balon Kades Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali.

Opu, sapaan Mauragawali menyebutkan, tes seharusnya dilakukan bagi desa yang jumlah balon kadesnya lebih dari lima orang.

Sementara desa tempat ia mendaftar, balon kadesnya hanya ada dua orang.

Sehingga, mantan legislator DPRD Bulukumba itu menilai, tes tidak perlu untuk dilakukan di beberapa desa yang balonnya di bawah lima orang.

Apalagi dengan alasan, tes tersebut bakal menjadi salah satu bahan pertimbangan jika ada suara draw atau seri.

"Ini rawan untuk digugat. Tidak boleh ini dijadikan acuan untuk memilih kades kalau suaranya seri. Kalau seri ya harus pemilihan ulang. Kan begitu," jelas Opu.

Beda konteksnya jika balon lebih dari lima, lanjut dia, tes tersebut bisa menjadi acuan untuk menggugurkan beberapa bacalon.

Muhammad Jafar yang yang menanggapi polemik tersebut, mengaku telah jelas dasar aturannya.

Pelaksanaan tes tertulis bagi balon kades, termaktub dalam Perda Nomor 4 Tahun 2015 Pasal 28.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved