Virus Corona

Kerjasama Global Penting dalam Menghadapi Virus Corona Baru

penyebaran virus corona baru telah dinyatakan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang patut diwaspadai secara internasional

Editor: AS Kambie
handover
Sudirman Nasir 

Oleh: Sudirman Nasir
Pengajar/Peneliti di Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin, Ketua Centre of Excellence for Interdisciplinary and Sustainability Studies

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyebaran virus corona galur baru atau yang secara resmi disebut sebagai 2019-nCoV, pertama kali muncul pada Desember 2019 lalu di China dan telah menyebar ke sejumlah negara, menelan korban jiwa dan menimbulkan kepanikan.

Sejumlah kuman memang dapat menyebar melintasi batas-batas geografi dan negara. Kuman tak mau repot mengurus paspor atau visa dan melapor di imigrasi untuk menyeberangi batas-batas negara. Karena itulah muncul cabang baru ilmu kesehatan yaitu Kesehatan Global (Global Health). Tak ada satu negara, negara adidaya sekalipun, yang mampu menghadapi wabah besar sendirian.

Penyebaran virus corona galur baru ini juga mengingatkan kembali pada salah satu prinsip dasar kesehatan masyarakat yakni tak ada penyakit infeksi yang dapat segera dikendalikan jika masyarakat tidak mendapatkan informasi yang memadai dan cukup diberdayakan untuk melindungi dirinya dari infeksi.

Pemerintah dan sistem kesehatan berkewajiban memberikan informasi akurat sehingga kesadaran masyarakat (public awareness) untuk pencegahan muncul. Pemerintah tentu juga berkewajiban menyediakan layanan kesehatan sehingga apabila infeksi terjadi dapat dilakukan deteksi dini (early diagnosis/detection) dan pengobatan segera (prompt treatment).

Prinsip-prinsip dasar ini kembali disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan penyebaran virus corona baru telah dinyatakan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang patut diwaspadai secara internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) pada 30 Januari lalu.

Status sebagai PHEIC (darurat global) menyatakan bahwa tanpa kerjasama internasional, pengendalian masalah ini sulit dilakukan. Hal tersebut juga memperlihatkan bahwa masalah kesehatan khususnya penyebaran kuman merupakan salah satu ancaman terhadap keamanan suatu negara atau “non-traditional security issue” (isyu keamanan non-tradisioanl) yang tidak selalu bisa sendirian atau swadaya diatasi oleh negara bersangkutan.

Virus corona jenis baru
Terdapat beberapa kesamaan virus corona baru ini dengan virus yang menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) maupun Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Virus-virus yang berasal dari hewan (zoonosis) atau kuman-kuman yang melampaui hambatan spesies (spesies barriers) dan akhirnya menyerang manusia.

Pada tahun 2002-2003, SARS menginfeksi lebih 8.000 orang dan membunuh hampir 800 orang di seluruh dunia. Walaupun virus corona baru terlihat sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang serius, tetapi sejauh ini tidak semematikan seperti coronavirus lain seperti SARS maupun MERS.

Meskipun demikian, masyarakat tetap perlu waspada dan melakukan tindakan pencegahan seperti dengan mencuci tangan dengan sabun lebih sering, menutup mulut ketika batuk/bersin, mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga demi menjaga daya tahan tubuh.

Orang-orang yang terinfeksi virus corona galur baru memiliki gejala-gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas atau menderita gangguan pernapasan ringan hingga berat.

Gejala infeksi virus corona akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah orang terpapar virus corona. Hingga saat ini belum vaksin yang direkomendasikan untuk mengatasi virus corona.

Orang yang terinfeksi 2019-nCoV harus menerima perawatan intensif untuk membantu meringankan gejala virus corona.

Kerjasama internasional
Salah satu dimensi dari kerjasama internasional menghadapi wabah seperti virus corona baru ini (maupun pandemi sebelumnya seperti SARS, MERS, flu burung, ebola) adalah pemanfaatan Peraturan Kesehatan Internasional (International Health Regulation/IHR tahun 2005) yang mewajibkan negara-negara memberikan informasi transparan mengenai penyakit-penyakit yang memiliki potensi mewabah lintas negara.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved