Tol Layang Pettarani
Sudah 57 Persen, BMN Kebut Pengerjaan Tol Layang Pettarani
BMN bersama kontraktor mengebut pengerjaan, agar tol layang sepanjang 4,3 kilometer ini dapat selesai sesuai target, Juli mendatang.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) selaku pemilik proyek mengebut pengerjaan Tol Layang Pettarani yang saat ini progresnya telah 57 persen.
BMN bersama kontraktor mengebut pengerjaan, agar tol layang sepanjang 4,3 kilometer ini dapat selesai sesuai target, Juli mendatang.
Direktur Utama PT BMN, Anwar Toha menjelaskan, saat ini progres pengerjaan sudah memasuki tahap pemasangan box girder, yang dilakukan dari kedua arah.
"Selain dipasang dari arah tol, kita juga sekarang pasang (box girder) dari arah sebaliknya, yang di depan DRPD Makassar, jadi nanti ketemu di tengah. Ini tujuannya untuk mempercepat pengerjaan," kata Anwar Toha baru-baru ini.
Menurut Anwar, saat ini sudah tak ada lagi proses penggalian yang dilakukan baik pada main land maupun pada on ramp track,
Tol Layang Pettarani yang dikerjakan oleh PT Wika Beton itu telah memasuki tahap pemasangan box grider.
Lanjut Anwar, selam proses pengerjaan, rekayasa lalu lintas juga terus dilakukan, khususnya di titik pemasangan box girder.
"Rekayasa wajib dilakukan untuk menjaga keamanan para pengguna jalan. Memang membuat jalan agak sempit dan macet, khususnya di depan Pasar Tamamaung, karena di situ jalan memang sempit, pembatas tidak bisa terlalu ke dalam," kata Anwar.
"Tidak boleh ada kendaraan yang melintas tepat di bawah poyek, karena sekecil apapun benda yang kalau jatuh dan menimpa di bwahnya, bisa berbahaya," tambahnya.
Terkait kendala, Anwar mengatakan cuaca khusisnya hujan deras yang turun beberapa waktu lalu, cukup menghambat pengerjaan prroyek.
"Kendala kita memang adalah musim hujan. Kalau hujannya deras, kita berhenti dulu. Karena kita juga punya peralatan elektronik, alat itu yang mesti dijaga. Tapi kalau tidak begitu deras, kita tetap lanjut," ungkapnya.
Satu hal yang juga jadi perhatian adalah, keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Ramayana Pettarani Square.
Anwar mengatakan, JPO tersebut nantinya akan dibongkar, sesuai rekomendasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), namun terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar.
"Pihak balai (BBPJN) menyarankan agar JPO dibongkar guna memudahkan pengerjaan konstruksi Tol Layang Pettarani di kawasan itu. Sebab JPO tersebut berada di antara tiang jalur Tol Layang Pettarani," ucapnya.
"Kita coba komunikasikan dengan Pemkot Makassar, karena di JPO juga ada beberapa papan iklan dan videotron. Jangan sampai menimbulkan masalah di belakang. Intinya, menurut balai itu harus dibongkar," pungkas Anwar.