Breaking News:

Dinilai Gagal, Dirut Anak Usaha PT Semen Indonesia Didesak Mundur oleh Karyawan

PKM bergerak di bidang angkutan dan distributor semen curah, dan jasa pengangkuta material semen di Sulawesi. PKM sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Thamzil Thahir
Dinilai Gagal, Dirut Anak Usaha PT Semen Indonesia Didesak Mundur oleh Karyawan
dok_Tribun_Timur
KARYAWAN PKM - Kelompok karyawan PT PKM anak perusahaan PT Semen Tonasa, menggelar aksi demonstrasi di Bungoro, Pangkep, Selasa (28/1/2020).

Rapat tertutup ini juga dikawal pihak kepolisian.

DEMO PKM — Koordinator aksi unjuk rasa karyawan PT PKM, Arfan Tualle bersama rekannya membentangkan baliho tolak Didit jadi Direktur kembali, Selasa (28/1/2020).
DEMO PKM — Koordinator aksi unjuk rasa karyawan PT PKM, Arfan Tualle bersama rekannya membentangkan baliho tolak Didit jadi Direktur kembali, Selasa (28/1/2020). (dok_Tribun_timur)

Mulai 1 Februari 2020, Daftar HP iPhone & Android Berikut Ini Tak Lagi Bisa Gunakan WhatsApp

Di hadapan direksi, Didit menjual nama sejumlah  petinggi Polri dan TNI di Sulsel.

Koordinator aksi Arfan Tualle mengatakan desakan mundur ini, karena Dirut PT PKM  membuat karyawan tegang dalam menjalankan tugas.

Dikatakan, Dirut ini memotong gaji pekerja 20 persen serta tidak membayar utang perusahaan Rp6,5 miliar kepada PT Amka, salah satu rekanan PT PKM selama dua tahun.

“Pak Dirut ini sangat kasar, otoriter dan arogan dan tak mendidik,” ujar Arfan kepada wartawan di Bontoa, Bungoro, Pangkep.

Arfan menambahkan, PKM bukan perusahaan pribadi, hal itu lantaran banyak dugaan yang dilakukan sesuai prosedur.

"Neraca dan laba rugi tidak menunjukkan performance baik. Kenaikan atas pinjaman hutang tidak sesuai dengan kenaikan omset dan laba," katanya.

Bayar Pajak Motor di Bulukumba, Ada Biaya untuk Jasa Expedisi

Arfan juga menyebutkan Didit tidak mampu menyelesaikan permasalahan, tagihan PKM di PT Amka Rp 6,5 miliar lebih tidak dibayarkan selama dua tahun ini.

Perlakuan Didit terhadap karyawan, yakni dengan memberlakukan potongan,  memberi surat peringatan pertama, tidak sesuai aturan perusahaan yang berlaku.

"Secara sepihak memotong gaji karyawan sebesar 20 persen dan tidak ada dalam aturan perusahaan yang dibuat," ungkap Arfan.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada konfirmasi dari Dirut PT PKM. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved