Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinilai Gagal, Dirut Anak Usaha PT Semen Indonesia Didesak Mundur oleh Karyawan

PKM bergerak di bidang angkutan dan distributor semen curah, dan jasa pengangkuta material semen di Sulawesi. PKM sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Thamzil Thahir
dok_Tribun_Timur
KARYAWAN PKM - Kelompok karyawan PT PKM anak perusahaan PT Semen Tonasa, menggelar aksi demonstrasi di Bungoro, Pangkep, Selasa (28/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO — Keompok pekerja yang mengatasnamakan diri serikat pekerja PT Prima Karya Manunggal (PKM), anak perusahaan  Semen Indonesia Group di Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (28/1/2020), mengelar aksi demonstrasi.

Kelompok ini mendesak Direktur Utama PT PKM Didit Adi Prasetyo mundur dari jabatannya.

PT PKM adalah salah satu anak perusahaan dari PT Semen Tonasa, pabrik semen tertua di Indonesia timur, yang berafiliasi ke Semen Indonsia.

PKM  bergerak di bidang angkutan dan distributor semen curah, dan  jasa pengangkuta material semen di Sulawesi. PKM sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap kepemimpinan Didit Ade Prasetyo sebagai direktur utama.

Didit Ade Prasetyo dinilai gagal memimpin karyawan. 

Perilaku yang otoriter, dan mempromosikan karyawan sesuai kehendak pribadinya, dinilai sebagai salah satu faktor kegagalan.

Saat diprotes,  Didit  menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Semen Tonasa

Rapat dikabarkan tak melibatkan perwakilan karyawan.

Rapat tertutup ini juga dikawal pihak kepolisian.

DEMO PKM — Koordinator aksi unjuk rasa karyawan PT PKM, Arfan Tualle bersama rekannya membentangkan baliho tolak Didit jadi Direktur kembali, Selasa (28/1/2020).
DEMO PKM — Koordinator aksi unjuk rasa karyawan PT PKM, Arfan Tualle bersama rekannya membentangkan baliho tolak Didit jadi Direktur kembali, Selasa (28/1/2020). (dok_Tribun_timur)

Mulai 1 Februari 2020, Daftar HP iPhone & Android Berikut Ini Tak Lagi Bisa Gunakan WhatsApp

Di hadapan direksi, Didit menjual nama sejumlah  petinggi Polri dan TNI di Sulsel.

Koordinator aksi Arfan Tualle mengatakan desakan mundur ini, karena Dirut PT PKM  membuat karyawan tegang dalam menjalankan tugas.

Dikatakan, Dirut ini memotong gaji pekerja 20 persen serta tidak membayar utang perusahaan Rp6,5 miliar kepada PT Amka, salah satu rekanan PT PKM selama dua tahun.

“Pak Dirut ini sangat kasar, otoriter dan arogan dan tak mendidik,” ujar Arfan kepada wartawan di Bontoa, Bungoro, Pangkep.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved