Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Patung Bunda Maria Pieta

Ziarah ke Patung Bunda Maria Pieta di Watangsoppeng, Melihat Toleransi Bekerja di Kota Kalong

Sebut saja yang paling beken adalah kawasan wisata alam permandian air panas alami Lejja, di Kecamatan Marioriawo. Untuk kawasan permandian, ada juga

Tayang:
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Syamsul Bahri
Hardiansyah Abdi/Tribun wajo
Patung Bunda Maria Pieta di kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng 

TRIBUN-SOPPENG.COM, WATANGSOPPENG - Kabupaten Soppeng dikenal banyak menyimpan keindahan alam.

Potensi tersebut, membuat Kabupaten Soppeng menjadi salah satu kabupaten rujukan untuk berwisata alam.

Sebut saja yang paling beken adalah kawasan wisata alam permandian air panas alami Lejja, di Kecamatan Marioriawa. Untuk kawasan permandian, ada juga Citta dan Ompo. Selain itu, ada perkampungan tua di Umpungen, yang diyakini merupakan titik nol Indonesia.

Keunikan dan keindahan lainnya adalah kehidupan koloni kalong di tengah kota Watangsoppeng, ibu kota Kabupaten Soppeng. Di Taman Kalong, tempat ribuan koloni kalong tersebut tidur di siang hari, kita bisa menyaksikan kemegahan Villa Yuliana, sebuah villa peninggalan zaman kolonial.

Di balik keindahan Kabupaten Soppeng, ada satu tempat yang tak kalah menarik perhatian pelancong. Kabupaten yang tidak memiliki garis pantai, dan mayoritas penduduknya menganut Muslim, ternyata menjaga dan merawat toleransi selama puluhan tahun. Hal itu bisa dilihat dengan kehadiran patung Bunda Maria Pieta.

Saban Mei, kota Watangsoppeng akan ramai dikunjungi penganut Katolik. Tujuannya, yakni berziarah ke Patung Bunda Maria Pieta di kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng.

Patung marmer putih tersebut menggambarkan sosok Bunda Maria yang mengenakan rosario, memangku Yesus usai diturunkan setalah disalib.

Bunda Maria, dijelaskan tabah dan tak meronta-ronta terhadap apa yang menimpa putranya. Sebab dirinya tahu bahwa itu adalah ketetapan Tuhan dan suatu waktu putranya akan datang membawa kedamaian.

Bagi penganut Katolik, Mei adalah bulan Maria.
Patung Bunda Maria Pieta sendiri diketahui dibawa dari Vatikan oleh pastor pertama di Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng, bernama Leo Blot, seorang tentara Belanda.

Menurut salah satu umat gereja, Sisilia (68) patung tersebut sudah mulai dikunjungi untuk ziarah sekitar awal 1970-an. Bahkan, patung yang didatangkan langsung dari Vatikan itu lebih dulu ada ketimbang bangunan gereja tua sebelumnya.

"Sebelum ada gereja sudah ada ini patung. Tempatnya dulu di atas bagus sekali. Ada taman anggrek," katanya.

Tak banyak yang tahu mengapa Leo Blot membawa patung tersebut ke Watangsoppeng. Sisilia menambahkan, konon pastor Leo Blot pernah bermimpi melihat penampakan Bunda Maria di salah satu sudut kompleks gereja.

"Itu dulu selalu ada penampakan Bunda Maria, di situ di tempat lamanya yang di atas," ungkapnya.
Kini, patung yang diziarahi adalah patung replika yang ukurannya lebih besar pasca dilakukan renovasi tempat ziarah pada 2019 lalu.

Patung Bunda Maria Pieta di kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng
Patung Bunda Maria Pieta di kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng (Hardiansyah Abdi/Tribun wajo)

Lokasi patung pun juga sudah dipindahkan dari tempat awalnya. Jauh lebih luas dan sunyi di belakang gereja. Sangat cocok untuk para peziarah yang membutuhkan ketenangan dan keheningan dalam memanjatkan doa.

Patung aslinya, disimpan di dalam gereja. Ziarah di patung Bunda Maria Pieta adalah menyimak kehidupan Yesus Kristus.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved