Warga Simpellu Diparangi Tetangga

Alimin yang Parangi Tetangganya di Simpellu Wajo Terancam Penjara 5 Tahun

Usai mematangi tetangganya, Abdul Rahim alias Beddu (60), yang masih merupakan kerabatnya, dirinya dibekuk aparat kepolisian.

Alimin yang Parangi Tetangganya di Simpellu Wajo Terancam Penjara 5 Tahun
hardiansyah/tribunwajo.com
Personel Polsek Pitumpanua berhasil menangkap pelaku pemarangan di Dusun Bulu Ganteleng, Desa Simpellu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Alimin (41), Jumat (24/1/2020). 

TRIBUN-WAJO.COM, PITUMPANUA - Alimin (41), pelaku pemarangan di Dusun Bulu Ganteleng, Desa Simpellu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, kini mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Pitumpanua, Jumat (24/1/2020).

Usai mematangi tetangganya, Abdul Rahim alias Beddu (60), yang masih merupakan kerabatnya, dirinya dibekuk aparat kepolisian.

Akibat perbuatannya, Alimin yang sehari-hari bekerja sebagai petani disangkakan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

"Kita kenakan pasal 351, ancaman hukumannya 5 tahun penjara," kata Kapolsek Pitumpanua, AKP Jasman Parudik kepada Tribun Timur.

Insiden berdarah tersebut terjadi sesaat sebelum ibadah Salat Jumat ditunaikan, tepat di depan rumah Beddu.

Parang panjang yang dilayangkan Alimin membuat Beddu mengalami luka robek pada dada kanan dan dada kiri, juga luka robek pada telapak tangan kiri dan siku kiri bagian dalam dan siku kiri bagian luar serta jari tengah.

Beruntung, nyawa Beddu masih bisa diselamatkan usai warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa.

Insiden tersebut diduga dipicu oleh dendam kesumat yang memuncak ketika ada ketidaksepahaman di antara keduanya.

"Persoalan sepele yaitu masalah pengelolaan lokasi kebun, tapi di antara mereka memang sudah sering cekcok, seperti ada dendam, puncaknya tadi," kata mantan Kapolsek Sajoanging tersebut.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved