Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Luwu Raya

Wija To Luwu Tak Hanya Butuh Infrastruktur, Mereka Deadline Setahun Pemprov Sulsel tuk Dapat Kadis

Jalan menuju Seko juga sangat dinikmati pengusaha tambang. “Sekarang sudah banyak keluar izin HGU tambang di Seko,” ujar aktivis Luwu Raya, Listan CR

Editor: AS Kambie
Humas KKL Raya
Ketua Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Raya memimpin pertemuan Wija To Luwu di Sekretariat KKL Raya, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (1/1/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Surat Perintah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Nomor 821.2/07/1/Plt mengguncang Wija To Luwu

Betapatidak, surat perintah yang ditandatangani Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Senin (20/1/2020) ini mengakhiri keberadaan Wija To Luwu di posisi kepala dinas (kadis) di Pemprov Sulsel.

Lewat surat perintah itu, dr Bachtiar Baso, satu-satunya pejabat eselon II di Pemprov Sulsel asal Luwu Raya, diganti dari jabatannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Sulsel. Padahal jabatan ini sudah dia emban sejak  2 Juli 2018.

Pergantian Bachtiar Baso menandai habisnya Wija To Luwu di jabatan kadis di jajaran Pemprov Sulsel. Kenyataan ini pun mengguncang puncak Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang dipusatkan di Malili, Luwu Timur, Kamis (23/1/2020).

BACA DI TRIBUN TIMUR CETAK EDISI JUMAT, 24 JANUARI 2020

Bachtiar Baso dikembalikan ke posisi sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Sulsel. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel, dr Ichsan Mustari, yang sebelumnya Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sulsel, diangkat menggantikan Bachtiar Baso.

“Wija To Luwu kembali nol di Pemprov Sulsel. Tak satupun dari Wija To Luwu jadi kepala dinas, di posisi eselon 2 Pemprov Sulsel, sekarang,” seru Ketua Umum Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Raya, Buhari Kahar Mudzakkar, menanggapi pergantian Plt Kadis Kesehatan Sulsel.

Dalam beberapa kali pertemuan dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Buhari Kahar Muzakkar sebagai Ketua Umum KKL Raya selalu menyampaikan harapan agar Wija To Luwu yang ada di Pemprov Sulsel diperhatikan. Bahkan secara khusus KKL Raya meminta Bachtiar Baso segera didefinitifkan sebagai Kadis Kesehatan Sulsel.

Buhari Kahar Muzakkar menegaskan, kualitas sumber daya manusian (SDM) Bachtiar Baso sudah tidak meragukan lagi.

“Dilihat dari pengalaman dan kualitas SDM-nya beliau layak sekali di posisi itu, kadis kesehatan. Beliau sudah jadi plt kadis kesehatan, kalau digantikn oleh plt kadis juga, ini ada apa ya, ataukah persoalan selera?” jelas Buhari Kahar Muzakkar.

Aktivis asal Luwu Raya, Listan CR, mengatakan, dr Bachtiar adalah benteng terakhir Wija to Luwu di Pemprov Sulsel.

“Jika Pak Dokter Bachtiar Baso dicopot, itu berarti benteng terakhir Wija to Luwu di Pemprov Sulsel telah runtuh,” kata Listan.

Interupsi Wija To Luwu
Melalui legislator Kota Palopo, Baharman Supri, Wija To Luwu interupsi Pemprov Sulsel di sela peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-74 di Lapangan Merdeka, Puncak Indah Malili, Luwu Timur, Kamis (23/1/2020).

Interupsi dilantunkan Baharuddin Supri usai Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pidato. Baharman naik ke podium dan mengambil mic.

"Interupsi Pak Wakil Gubernur, sepertinya ada perlakuan diskriminatif terhadap wija to Luwu di Pemprv Sulsel. Coba kita cek, posisi-posisi strategis di Pemprop Sulsel tak ada satupun wija to Luwu Luwu yang memegang jabatan penting. Pada HJL dan HPRL di Luwu Utara tahun depan, kami Wija to Luwu butuh kepastian. Sudah ada Wija To Luwu menduduki jabatan di Pemprov Sulsel,” jelas Baharman.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved