Dugaan Korupsi Obat Parepare

Tak Terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Obat Parepare Banding

Adalah Faisal Silenang, Penasehat Hukum M. Syukur yang telah diputus atau divonis oleh hakim bersalah dan dikenai kurungan penjara satu tahun, hal itu

Tak Terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Obat Parepare Banding
Tribun Timur
Dr Muh Yamin, eks Direktur RSUD Andi Makkasau saat memenuhi panggilan Kejari Parepare 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penasehat hukum salah satu terdakwa kasus dugaan Tipikor pengadaan obat dan alat habis pakai RSUD Andi Makkasau Kota Parepare tidak menerima putusan hakim.

Adalah Faisal Silenang, Penasehat Hukum M Syukur yang telah diputus atau divonis oleh hakim bersalah dan dikenai kurungan penjara satu tahun, hal itu tidak diterima.

Pasalnya menurut Faisal Silenang, majelis hakim keliru dalam mengambil keputusan. Maka dari itu dia akan melakukan Banding.

"Saya akan lakukan banding, karena pada dakwaan pasal Primer dan Subsidair itu berbeda yang dituntu jaksa ," tegas Faisal kepada tribun, Kamis (23/1/2020) siang.

Diketahui, dalam dugaan kasus Tipikor di RSUD Andi Makassau Kota Parepare. Ada tiga terdakwa dijatuhi hukuman berbeda.

Seperti mantanPelaksana tugas Direktur RSUD Andi Makkasau, Muh Yamin divonis 15 bulan penjara, beserta dendanya Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

Dan putusan atau vonis hakim lebih ringan tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), 18 bulan atau 1,6 tahun.

Sedangkan mantan bendahara RSUD Andi Makkasau, Taufiqurrahman dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Syukur masing-masing telah divonis satu tahun penjara.

Termaksud denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Tuntutan majels hakim itu lebih ringan enam bulan dari pada tuntutan JPU sebelumhya, selama 18 bulan penjara.

Hal tersebut dibacakan oleh ketua majelis Hakim, Widiarso saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri Makassar pekan lalu.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved