Tribun Luwu Timur

Dulu Terbengkalai, Rumah Adat Wotu Luwu Timur Kini Jadi Kedai Tarampeo 28

Pemuda setempat menyulap rumah adat ini menjadi kedai. Kedai tersebut dinamakan Kedai Tarampeo Coffe 28 Wotu.

Dulu Terbengkalai, Rumah Adat Wotu Luwu Timur Kini Jadi Kedai Tarampeo 28
ivan ismar
Kedai Tarampeo Coffe 28 di Rumah Adat Wotu 

TRIBUNLUTIM.COM, WOTU - Rumah Adat Wotu, Jl Pahlawan, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini tak terbengkalai lagi.

Pemuda setempat menyulap rumah adat ini menjadi kedai. Kedai tersebut dinamakan Kedai Tarampeo Coffe 28 Wotu.

Pengelola Kedai Tarampeo Coffe 28 adalah Asrul Djati, Imran Sudirman, Taufik dan Cellang.

"Kedai dibuat sebagai wadah bagi pemuda untuk ngopi dan membahas ide-ide kreatif untuk daerah," kata Asrul kepada TribunLutim.com, Senin (6/1/2020).

Dalam bahasa Wotu, Tarampeo artinya kolong rumah. Sesuai lokasi kedai yang ada dibawah kolong Rumah Adat Wotu.

"Dari pada terbengkalai atau mubasir, kita manfaatkan sebagai kedai yang lebih bermanfaat," imbuh Imran.

"Kehadiran Kedai Tarampeo tidak mengubah eksistensi Rumah Adat Wotu. Ini hanya pemanfaatan agar rumah ini tidak mubasir," tutur Cellang.

Diberitakan, Himpunan Mahasiswa Luwu Timur (Ham-Lutim) Batara Guru mendesak Bupati Luwu Timur, Thorig Husler segera melanjutkan penyelesaian pembangunan Rumah Adat Wotu.

Itu disampaikan Ketua Ham-Lutim Batara Guru saat itu, Ibriansyah Irawan kepada TribunLutim.com, Sabtu (3/3/2018).

"Miris melihat rumah adat tersebut sudah lama dibiarkan terbengkalai. Kesannya pemerintah tidak peduli," kata Rian sapaan Ibriansyah.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved