Pantai Babalalang Kalukku

Bangkai Ikan Paus Terdampar di Pantai Babalalang Kalukku Sudah Dikubur Warga Hari Ini

Ardi mengatakan bangkai Ikan Paus tersebut rencananya akan dikubur hari ini oleh warga Beru-beru.

Bangkai Ikan Paus Terdampar di Pantai Babalalang Kalukku Sudah Dikubur Warga Hari Ini
Nurhadi/Tribun Sulbar
Warga Kalukku melihat ikan Paus yang terdampar di Pantai Babalalang, Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Bangkai Ikan Paus yang terdampar di Pantai Babalalang, Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, akan dikubur oleh warga.

" Rencana mau dikubur di pasir agar tidak tercemar baunya ke perkampungan warga, sudah kami diskusikan bersama kades Baru-beru,"kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Mamuju, Ardi kepada Tribun-Timur.com, Jumat (3/1/2020).

Ardi mengatakan bangkai Ikan Paus tersebut rencananya akan dikubur hari ini oleh warga Beru-beru.

Ikan Paus Sperma dalam bahasa latin disebut physeter macrocephalus ditemukan pertama kali warga Papa Iccang sekitar Pukul 06.00 Wita, Kamis (2/12/2019) kemarin.

Hewan laut yang memiliki panjang sekitar 9.5 meter terdampar setelah Mamuju diguyur hujan deras sejak memasuki pergantian tahun atau 1 Januari 2020.

Paus ini ditemukan tergeletak dalam keadaan mati di bibir pantai. Pasca ditemukan langsung menjadi tontonan warga.

Dilansir dari wikipedia Paus Sperma tidak hanya terkenal karena ambergris atau muntahan paus.

Paus Sperma juga dikenal paus bergigi terbesar dan bisa tumbuh sepanjang 67 kaki (20 meter).

Paus jenis ini juga memiliki otak terbesar dari semua hewan yang diketahui ada.

Warga Kalukku melihat ikan Paus yang terdampar di Pantai Babalalang, Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku
Warga Kalukku melihat ikan Paus yang terdampar di Pantai Babalalang, Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku (Nurhadi/Tribun Sulbar)

Paus ini adalah bagian dari spesies cetacea, yang mencakup semua spesies paus, lumba-lumba dan ikan pari.

Nama ikan paus sperma berasal dari organ spermaceti yang terletak di kepalanya.

Organ ini menghasilkan zat lilin putih yang pada mulanya disalahpahami sebagai sperma oleh penangkap paus purba. (tribun-timur.com).

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

 

 

Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved