Jokowi
Anies Baswedan Terang-terangan Bantah Jokowi soal Penyebab Banjir di Jakarta, Bukan Sampah!
Anies Baswedan terang-terangan bantah Jokowi soal penyebab banjir di Jakarta, bukan sampah!
"Hari libur tahun baru seperti ini biasanya omzet restoran, cafe, pusat perbelanjaan, termasuk UKM di tempat tujuan wisata naik,namun praktis omzet menurun. Kalau kita bicara berapa jumlah kerugian, tentu masih sulit memprediksinya. Yang pasti omzet anjlok dari yang diharapkan," ucap dia.
Untuk itu, dia mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan banjir.
Dia bilang, kejadian ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang.
Pasalnya, permasalahan banjir tidak bisa diselesaikan sendiri oleh DKI Jakarta.
"Semoga banjir ini cepat surut, sehingga dalam sisa waktu liburan sampai tanggal 5 Januari geliat ekonomi bisa bergairah kembali dan masyarakat dapat memanfaatkan sisa liburannya bersama keluarga," katanya mengharapkan.
"Update" Titik Banjir di Jakarta, Jabar, dan Banten
Sejumlah titik banjir teridentifikasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020 pukul 12.00 WIB, di seluruh wilayah DKI Jakarta, terdapat 63 titik banjir.
Adapun sebarannya adalah 7 titik di Jakarta Barat, 2 titik di Jakarta Pusat, 2 titik di Jakarta Utara, 13 titik di Jakarta Timur, dan 39 titik di Jakarta Selatan.
Sedangkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menya takan, pada 1 Januari 2020, sebanyak 38 kecamatan atau 158 kelurahan terdampak banjir.
Rinciannya adalah 28 kelurahan di 10 kecamatan di Jakarta Selatan, 6 kecamatan yang melingkupi 30 kelurahan di Jakarta Barat. Kemudian 8 kecamatan di Jakarta Pusat yang melingkupi 22 kelurahan, 10 kecamatan di Jakarta Timur melingkupi 65 kelurahan, dan 30 kelurahan di 6 kecamatan di Jakarta Utara.
Di Jawa Barat, menurut data BNPB, banjir terjadi di 99 titik. Seluruh titik banjir tersebut tersebar di Bandung Barat sebanyak 1 titik, Kabupaten Bekasi 27 titik, Kabupaten Bogor 12 titik, Cikarang 1 titik, dan Kota Bekasi sebanyak 58 titik banjir.
Kemudian di Provinsi Banten, sebanyak 22 titik banjir teridentifikasi.
Adapun rinciannya adalah Kabupaten Lebak 13 titik banjir, Kota Tangerang 4 titik, serta Tangerang Selatan 5 titik.(*)