Jokowi
Anies Baswedan Terang-terangan Bantah Jokowi soal Penyebab Banjir di Jakarta, Bukan Sampah!
Anies Baswedan terang-terangan bantah Jokowi soal penyebab banjir di Jakarta, bukan sampah!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah pernyataan Jokowi soal penyebab banjir Jakarta dan sekitarnya.
Menurut dia, bukan sampahlah penyebabnya.
Ia mencontohkan, kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang terendam banjir sehingga sejumlah penerbangan terganggu.
Padahal, dia meyakini tidak ada sampah yang menumpuk di Bandara Halim.
"Halim itu setahu saya tidak banyak sampah, tapi bandaranya kemarin tidak bisa berfungsi. Apakah ada sampah di bandara? Rasanya tidak, tapi Bandara Halim kemarin tidak bisa digunakan," ujar Anies Baswedan di Kampung Pulo, Jakarta Timur, kemarin.
Anies Baswedan berujar, banjir terjadi di daerah-daerah yang diprediksi diguyur hujan dengan intensitas tinggi oleh BMKG.
Namun, penyebab banjir di tiap daerah harus diteliti lagi.
Pemprov DKI baru akan meneliti penyebab banjir di tiap daerah dan mencari solusinya, setelah merampungkan proses evakuasi warga.
Yang jelas, menurut Anies, banjir disebabkan berbagai faktor.
"Ada yang daerah kontribusinya karena masalah curah hujan saja, ada yang kontribusinya karena ukuran saluran, ada yang kontribusinya karena faktor-faktor yang lain. Jadi ini bukan single variable problem, ini multiple variable," kata Anies Baswedan.
Pengusaha: Omzet Anjlok
Banjir yang terjadi di Jakarta menyebabkan pengusaha merugi.
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, seharusnya geliat ekonomi di Jakarta pada usai malam pergantian tahun bisa bergairah karena banyak warga yang mengisi waktu untuk liburan.
"Warga Jakarta akan banyak mengisi liburan ke tujuan wisata seperti Ancol, Kota Tua, Monas, TMII, Kebun Binatang Ragunan, dan pusat-pusat perbelanjaan. Belum lagi acara tahun baru makan bersama keluarga di restoran. Ini Praktis terhenti," kata Sarman Simanjorang dalam siaran pers, Kamis (2/1/2020).
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini menuturkan, terheninya bisnis akan berimbas kepada omzet penjualan di tempat-tempat tujuan wisata.