Lakalantas di Maros Meningkat

Meningkat, Pengguna Jalan yang Tewas di Maros karena Kecelakaan Lalu Lintas

Ditambahkan Arsyad, titik rawan lakalantas di Maros, seperti di Dusun Salenrang KM 8-9 atau ruas jalan Maros-Pangkep.

amiruddin/tribun-timur.com
Kecelakaan di jembatan Maros belum lama ini. 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Jumlah pengguna jalan yang meninggal dunia di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

Pada 2018, jumlah pengguna jalan yang meninggal dunia sebanyak 55 orang.

Sedangkan pada 2019, jumlah pengguna jalan yang meninggal dunia, meningkat hingga 59 orang.

Korban luka pada 2018 sebanyak 537 orang, sedangkan pada 2019 sebanyak 383 orang.

Untuk laporan kecelakaan, tahun lalu sebanyak 324 laporan, dan sebanyak 278 pada 2019.

"Itu masih data sementara untuk 2019, karena masih sementara berjalan," kata Kanit Laka Satlantas Polres Maros, Ipda Arsyad, kepada tribun-maros.com, Jumat (20/12/2019).

Sementara itu, kerugian materil gegara kecelakaan pada 2018 sebesar Rp 1,1 miliar lebih.

Pada 2019, kerugian materil gegara kecelakaan lalulintas, sebesar Rp 741 juta lebih.

Arsyad menambahkan, rerata kecelakaan disebabkan pengguna jalan yang tidak disiplin.

"Makanya kami selalu imbau pengguna jalan, agar tetap berhati-hati dan disiplin di jalan raya. Apalagi memasuki libur Natal dan Tahun Baru, arus lalulintas diprediksi meningkat," ujarnya.

Ditambahkan Arsyad, titik rawan lakalantas di Maros, seperti di Dusun Salenrang KM 8-9 atau ruas jalan Maros-Pangkep.

Termasuk Lingkungan Barandasi KM 3-4, dan Lingkungan Belang-Belang KM 5-7.

Sementara itu, di ruas Maros-Bone, tepatnya di Lingkungan Pakalli KM 3-5.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved