Deklarasi Stop BABS

Tiga Kecamatan Deklarasi Stop BABS, Bupati Luwu Timur Ajak Masyarakat Sadar

Menurutnya, program ini harus terus digalakkan dan disosialisasikan di masyarakat sehingga target pemerintah kabupaten (pemkab) bisa 100 persen ODF.

Tiga Kecamatan Deklarasi Stop BABS, Bupati Luwu Timur Ajak Masyarakat Sadar
Dok.Angkona dan Kalaena
Kecamatan Mangkutana, Angkona dan Kalaena sudah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defection Free (ODF) di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (16/12/2019). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kecamatan Mangkutana, Angkona dan Kalaena sudah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defection Free (ODF) di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (16/12/2019).

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengatakan  program ODF juga sejalan dengan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang muaranya mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Saya ingin masyarakat sadar akan gerakan ini, dan ikut merealisasikan kegiatan ODF ini, ayo jangan BAB sembarangan," kata Husler, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, program ini harus terus digalakkan dan disosialisasikan di masyarakat sehingga target pemerintah kabupaten (pemkab) bisa 100 persen ODF.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Luwu Timur, Junaedi mengatakan, deklarasi Stop BABS untuk mendorong masyarakat meninggalkan perilaku beresiko melalui peningkatan sanitasi yang layak.

Dijelaskan, ada empat kategori penyakit yang terkait dengan air. Pertama, air minum yang mengandung patogen mengakibatkan penyakit diare. Kedua, kurangnya air higienis untuk mandi dan mencuci menyebabkan penyakit jamur atau kudis.

Ketiga, bibit penyakit yang memiliki siklus hidup melalui air seperti Schistosomiasis. Keempat, vektor yang hidupnya bergantung pada air, seperti malaria dan demam berdarah.

"Sebanyak 28 persen anak balita Indonesia mengalami stunting, menurut Studi pemantauan status gizi Kementrian Kesehatan (Kemenkes) 2016,"

"Tak hanya kurang makan, melainkan kesehatan lingkungan secara tidak langsung pun memunculkan stunting akibat munculnya penyakit cacingan dan kurang gizi," imbuhnya.

Gerakan ODF mulai dilakukan di Kabupaten Luwu Timur sejak tahun 2014 sejak ikut program Pamsimas. Hingga Desember 2017, dilakukan deklarasi pertama ODF dengan jumlah 26 Desa dan kelurahan.

Kecamatan Mangkutana, Angkona dan Kalaena sudah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defection Free (ODF) di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (16/12/2019).
Kecamatan Mangkutana, Angkona dan Kalaena sudah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defection Free (ODF) di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (16/12/2019). (Dok.Angkona dan Kalaena)
Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved